DPRD Medan Minta Polisi Usut Tuntas Kematian Winda Lorenza
Medan — Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Robi Barus, meminta kepolisian tidak cepat mengambil kesimpulan atas kematian Winda Lorenza Gowasa (35). Jenazah ditemukan di Kompleks Bumi Asri, Kecamatan Medan Helvetia. Permintaan itu disampaikan Kamis (6/8) setelah keluarga korban mengunggah foto dugaan kejanggalan pada jenazah.
Permintaan pendalaman otopsi
Robi menilai hasil otopsi yang sudah dilakukan tim dokter forensik belum menutup kemungkinan pendalaman. Dia menekankan setiap indikasi kejanggalan yang disampaikan keluarga perlu ditelusuri lebih jauh.
Meski sudah dilakukan otopsi resmi oleh tim dokter forensik, masalah ini perlu ditinjau ulang. Indikasi kejanggalan yang ditemukan pihak keluarga pada jenazah patut menjadi dasar bagi kepolisian untuk mendalami kasus ini.
Foto jenazah dan indikasi luka
Keluarga korban mengunggah sejumlah foto yang menurut Robi menunjukkan adanya lebam di beberapa bagian tubuh jenazah. Ia mengatakan foto-foto tersebut, meski belum bisa dipastikan keasliannya, layak menjadi bahan penyelidikan.
Usut saja secara tuntas dan transparan, biar tidak ada teka-teki di tengah-tengah masyarakat.
Langkah penyelidikan yang diminta
Robi meminta polisi mempertimbangkan pemeriksaan ulang jenazah bila ditemukan indikasi luka lebam. Selain itu, ia berharap penyidik memeriksa kembali saksi dan mengkaji ulang kondisi tempat kejadian perkara (TKP).
Menurutnya, pemeriksaan yang komprehensif akan membantu menghasilkan kesimpulan yang dapat diterima publik dan keluarga korban.
Konsekuensi bila terbukti penganiayaan
Robi menegaskan proses hukum harus dijalankan jika pemeriksaan lanjutan membuktikan adanya penganiayaan. Ia meminta kepolisian mengembangkan penyidikan untuk memastikan apakah kematian Winda akibat bunuh diri atau faktor lain.
Jika ditemukan bukti penganiayaan, maka akan ada tindak pidana yang harus diproses sesuai ketentuan hukum.
Robi menutup pernyataannya dengan menyerahkan penuh proses penyelidikan kepada pihak kepolisian sambil menekankan pentingnya transparansi agar publik mendapat kepastian hukum.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
ASPERA Mini Studio hadir sebagai sistem pembelajaran speaking digital di SAS, memadukan studio, multimedia,...
Subulussalam Beringin Menuju Desa Definitif, BIG Lakukan Verifikasi Batas
Desa Persiapan Subulussalam Beringin menjalani verifikasi batas wilayah oleh BIG setelah peroleh kode regist...
Ketua DPRK Banda Aceh Soroti Lonjakan Perceraian dan Kekerasan Anak
Ketua DPRK Banda Aceh kunjungi Mahkamah Syar'iyah, soroti lebih dari 300 perkara perceraian Jan–Sep 2026 dan...
DP3APM Copot 5 Kepling, 2 Lainnya Tunggu Keputusan Ombudsman
DP3APM Tebingtinggi mencopot 5 kepling pada 1 Oktober; dua lainnya menunggu keputusan Ombudsman setelah meng...
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...