Teknologi

Dilema Bimbel vs Kemandirian Siswa Dibahas di IIBF 2026

Bagikan:
Panggung diskusi IIBF 2026 soal bimbingan belajar dan kemandirian siswa

Penerbit Erlangga dan sejumlah narasumber mengupas tren bimbingan belajar komersial serta urgensi kemandirian belajar pada Indonesia International Book Fair (IIBF) 2026. Diskusi digelar Kamis, 1 Oktober 2026, di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat. Fokusnya adalah pilihan antara mengikuti les berbayar atau mendalami materi secara mandiri menggunakan buku panduan.

Diskusi utama di IIBF 2026

Acara di Panggung Utama menyorot kebingungan pelajar dan orang tua dalam menentukan prioritas belajar. Pembicara menilai faktor motivasi, ketersediaan literatur, dan gaya belajar berperan besar dalam keputusan tersebut.

Pandangan penulis Iman Santoso

Iman Santoso, penulis buku Tes Kemampuan Akademik (TKA), menekankan bahwa keberhasilan murid berakar dari tekad belajar tekun. Ia menilai tidak semua siswa perlu mengikuti bimbingan belajar berbayar bila memiliki disiplin dan bahan belajar yang memadai.

"Saya kira itu mungkin salah satu ya, tapi menurut saya bukan satu-satunya. Karena saya sendiri waktu dapat mengerjakan 24 soal dari 25 soal matematika itu enggak les. Saya jujur aja belajar dari buku. Jadi menurut pendapat saya tidak mesti les. Dan menurut pandangan saya, buku yang dibikin oleh Erlangga itu sudah cukup untuk kalian bisa jadi pemandu untuk bisa lebih baik," ujar Iman Santoso.

Perspektif pelajar berprestasi

Farellevi Al-Fasahbari, mahasiswa ITB yang meraih nilai TKA Matematika SMA 2025 tertinggi se-Jawa Tengah, menegaskan pentingnya mengetahui target dan cara belajar pribadi. Menurutnya, siswa yang paham strategi belajarnya tidak selalu memerlukan pendampingan berbayar.

"Tetapi ketika kalian itu masih mengetahui di mana cara kalian belajar, misal aku harus belajar sekarang apa, besok apa, masih bisa mengarahkannya, itu kalian tidak perlu untuk bimbingan belajar. Karena kan namanya bimbingan belajar ya, bimbingan yang berarti membimbing kalian bagaimana cara kalian bisa mendapatkan motivasi belajar gitu. Nah, itu yang aku hindarin, Teman-teman. Jadi saya tuh di rumah merasa bahwa aku belum les, aku belum belajar, jadi aku di rumah harus belajar," ucap Farellevi Al-Fasahbari.

Peran bimbel dan risiko kelelahan

Beberapa pembicara menyorot bahwa lembaga kursus sering kali memberikan motivasi eksternal. Namun, jadwal kursus yang padat pada sore hari dapat menguras stamina siswa dan menurunkan kapasitas pengulangan materi di rumah.

Tips gaya belajar dari psikolog

Psikolog anak dan remaja Wikan Putri Larasati mengingatkan pentingnya mengenali preferensi modalitas belajar. Ia menyarankan mengombinasikan beberapa cara untuk meningkatkan daya serap kognitif.

"Sebenarnya kan tadi sempat di-mention juga tentang gaya belajar. Sebenarnya kita setiap orang punya preferensi, kita jangan sampai mengotak-ngotakkan ya, 'Oh aku visual, kamu auditori.' Tiap orang itu preferensinya bisa beda-beda, tapi sebenarnya paling optimal adalah kita gunakan semua sebisa mungkin modalitas belajarnya kita maksimalkan. Dicoba ya, misalnya kamu baca sambil ngomong gitu ya, baca sambil merangkum, gitu," kata Wikan Putri Larasati.

Beberapa teknik yang direkomendasikan:

  • Baca nyaring sambil mencatat ringkasan untuk mengaktifkan panca indra.
  • Mengerjakan soal latihan mandiri untuk mengukur kapasitas berpikir.
  • Mengatur jadwal belajar yang realistis untuk menghindari kelelahan.

Kesimpulan dan implikasi

Diskusi menegaskan bahwa kemandirian belajar dan pemilihan literatur berkualitas sama pentingnya dengan peran bimbingan komersial. Penerbit Erlangga disebut menyediakan buku panduan yang dapat mendukung persiapan ujian dan seleksi perguruan tinggi negeri.

Siswa yang tekun dan memilih sumber belajar tepat berpeluang meraih prestasi tanpa harus bergantung pada bimbingan berbiaya mahal. Ke depan, kombinasi pendekatan mandiri dan dukungan motivasional dinilai menjadi strategi optimal.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait