Teknologi

James Webb Ungkap Jejak Tabrakan Pembentuk Planet Muda

Bagikan:
Cakram debu di sekitar bintang muda menunjukkan jejak tumbukan yang memengaruhi pembentukan planet

Teleskop Antariksa James Webb menemukan jejak tabrakan dahsyat di sistem bintang muda, yang membantu ilmuwan memahami proses pembentukan planet. Temuan ini diumumkan Jumat, 2 Oktober 2026 oleh badan antariksa AS dan dipublikasikan bersama analisis data arsip.

Temuan utama

Tim peneliti mengidentifikasi jejak tumbukan antarobjek di sekitar bintang muda. Mereka fokus pada extreme debris disks, yaitu cakram debu dengan konsentrasi material hangat yang tinggi.

Metode dan sampel

Analisis menggabungkan data baru dari Webb dan arsip dari misi inframerah sebelumnya. Dengan pendekatan ini, peneliti mengidentifikasi 21 cakram ekstrem untuk ditelaah lebih rinci.

Karakteristik cakram

Hasil menunjukkan beberapa ciri menonjol. Pertama, butiran debu di cakram tersebut berukuran relatif kecil. Kedua, kecerahan cakram berfluktuasi tidak beraturan. Ketiga, analisis spektrum inframerah memungkinkan pengelompokan berdasarkan kandungan silika.

Silika dan jenis tumbukan

Peneliti membagi sampel berdasarkan kandungan silika menjadi dua kelompok:

  • Sekitar sepertiga sampel kaya silika. Kondisi ini menunjukkan tumbukan berenergi tinggi antara objek seukuran Mars. Dampaknya dapat menguapkan bagian besar material dan menghasilkan puing dalam jumlah besar.
  • Sekitar dua pertiga lainnya miskin silika. Ini menunjukkan tumbukan berskala lebih kecil, seperti benturan atau gesekan antara objek seukuran Bulan.

Usia bintang dan evolusi cakram

Cakram yang kaya silika hanya ditemukan mengelilingi bintang berusia kurang dari 300 juta tahun. Sebaliknya, cakram miskin silika muncul pada rentang usia bintang yang lebih luas dan menunjukkan perubahan kecerahan yang lebih besar.

Implikasi untuk pembentukan planet

Temuan ini memberi petunjuk konkret tentang tahap tumbukan yang membentuk planet berbatu. Data mendukung skenario di mana tumbukan besar memainkan peran penting dalam membentuk inti dan satelit suatu planet.

Studi tersebut juga menyinggung relevansi untuk sejarah awal Tata Surya. Salah satu teori menyatakan Bumi purba pernah bertabrakan dengan objek seukuran Mars, yang materialnya kemudian turut membentuk Bulan. Hasil Webb membantu memetakan bagaimana peristiwa serupa terjadi di sistem lain.

Dengan pemetaan lebih banyak cakram dan pengamatan lanjutan, para ilmuwan berharap dapat menelusuri frekuensi dan konsekuensi tumbukan dalam berbagai tahap evolusi bintang dan planet.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait