Hiburan

Hanna Aretha Dalami Bahasa Isyarat untuk Peran Raras

Bagikan:
Hanna Aretha mendalami peran Raras dengan bahasa isyarat dan gestur

Hanna Aretha, pemeran Raras di film Empat Musim Pertiwi, mengungkapkan proses pendalaman cara komunikasi karakternya pada konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Jumat, 2 Oktober 2026. Ia menyatakan melakukan riset intensif tentang bahasa isyarat, gestur, dan ekspresi bersama sutradara sekaligus penulis, Kamila Andini, untuk membangun komunikasi yang alami bagi Raras.

Riset bersama sutradara

Hanna menjelaskan riset dilakukan dengan mengamati kebiasaan dan lingkungan tokoh. Tujuannya, agar bahasa gerak yang dipakai Raras terasa tumbuh dari konteks sosialnya, bukan penciptaan yang artifisial.

“Bahasa Isyarat tersebut adalah bahasa isyarat yang tumbuh secara alami dari lingkungan Raras. Jadi kalau di sini, diwaktu Bahasa isyarat Indonesia itu dibuat oleh Komunitas Tuli,”

Menurut Hanna, kolaborasi dengan Kamila menjadi titik penting untuk memastikan setiap gerak dan tanda punya alasan emotif dan kultural. Mereka menelaah bagaimana Raras berinteraksi dengan ibu, teman, dan warga desa.

Gestur, ekspresi, dan tantangan akting

Hanna menyebut adaptasi personal menjadi tantangan terbesar. Ia harus melepaskan kebiasaan komunikasinya sendiri untuk mengikuti pola Raras.

“Raras ngomong apa, itu orang-orang di sekitar desa tidak tahu. Dan tantangan aku adalah aku harus benar-benar belajar melepaskan diriku dengan cara komunikasiku,”

Ia juga menekankan gestur tubuh Raras sangat besar dan ekspresinya jelas. Gestur serta ekspresi itulah yang menjadi media Raras mengutarakan perasaan dan keinginannya.

“Dan Raras ini memiliki cara komunikasi yang memakai gestur yang sangat besar. Dan ekspresinya sangat jelas,”

Hanna menambahkan bahwa suara Raras tidak jelas, sehingga komunikasi visual menjadi penentu agar pesan tersampaikan kepada orang lain.

Representasi dan kehati-hatian penggambaran

Sutradara Kamila Andini menegaskan proses penggambaran karakter dilakukan dengan penuh perhatian dan penghormatan. Ia menekankan pentingnya ketenangan dalam merangkai setiap bagian cerita agar kompleksitas tokoh tersampaikan secara layak.

“Ada perspektif yang berbeda bagaimana melihat semuanya dan mentranslate atau menggambarkan semua. Kekompleksan itu juga butuh kehati‑hatian, butuh penghormatan juga, butuh ketenangan juga sebenarnya,”

Inti representasi

Hanna menegaskan bahwa meski Raras adalah seorang Tuli yang tidak dapat mendengar dan bersuara, hal itu tidak membuatnya tak mampu mengungkapkan isi hati. Pendekatan riset dan kolaborasi ini dimaksudkan untuk menyajikan karakter yang autentik dan bernuansa.

Dengan fokus pada gestur, ekspresi, dan konteks lingkungan, tim produksi berupaya memberi ruang bagi representasi yang lebih sensitif dan bermakna dalam cerita.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait