Kesehatan

Kasus ISPA di Jawa Barat Naik, Dinkes: Kondisi Masih Terkendali

Bagikan:
Kondisi kesehatan dan pemantauan kasus ISPA di Jawa Barat

Jumlah kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Jawa Barat meningkat namun masih berada di bawah ambang bahaya. Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat, Raden Vini Adiani Dewi, melaporkan sekitar 6.700 kasus pada minggu ke-36, sementara batas maksimal yang ditetapkan sekitar 8.000 kasus. Kenaikan tercatat selama tiga bulan terakhir dan tersebar di beberapa wilayah perkotaan.

Data dan kondisi terkini

Dinas Kesehatan mencatat 6.700 kasus ISPA pada minggu ke-36. Angka ini menunjukkan peningkatan, tetapi masih di bawah ambang maksimal provinsi. Oleh karena itu, Dinkes menilai kondisi keseluruhan masih terkendali.

“Memang dalam kasus ISPA di 3 bulan belakangan memang ada kenaikan sebetulnya, yang batas maksimalnya itu ada di 8.000 kasus se-Jawa Barat. Tapi di minggu kemarin ke-36 itu ada sekitar 6.700, jadi meningkat-meningkat tapi tidak di dalam batas maksimal,”

Penyebaran wilayah dan faktor pemicu

Peningkatan kasus tercatat di beberapa daerah, antara lain Depok, Bekasi, Bogor, dan Bandung. Menurut Dinkes, kenaikan mulai terlihat setelah munculnya insiden abu vulkanik yang memengaruhi kualitas udara. Kondisi lingkungan ini diduga memperburuk gejala pernapasan pada sebagian penduduk.

Pemantauan dan pengujian influenza

Dinkes menegaskan bahwa pemantauan tidak fokus pada satu jenis virus secara spesifik. Sejak masa pandemi, kebiasaan pemeriksaan dengan swab menurun. Akibatnya, pengawasan lebih mengandalkan pelaporan ISPA secara umum.

“Kalau dulu Covid kan pengen diswab, gitu ya, nah, kalau sekarang memang dalam hal ini ada yang sakit tapi tidak semuanya dilakukan swab. Jadi memang kami pantau lewat infeksi saluran pernapasan akutnya,”

Influenza tipe A tetap dipandang sebagai bagian dari kelompok ISPA yang menjadi perhatian pemerintah, namun tidak semua kasus dikonfirmasi lewat tes laboratorium.

Sikap terhadap penyakit lain

Dinkes juga memantau penyakit lain yang kerap meningkat musiman. Hingga laporan minggu ke-36, hanya ISPA yang menunjukkan kenaikan jelas. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dilaporkan tidak meningkat pada periode yang sama.

“Sampai minggu ke-36 ini, sepertinya hanya ISPA yang meningkat, DBD nggak, alhamdulillah. Terus kasus-kasus yang lainnya sih tidak, tidak ada dalam peningkatan, hanya ISPA saja nih yang minggu ke-36 ini agak naik memang,”

Impak dan langkah ke depan

Meskipun kondisi dinilai terkendali, Dinkes menganjurkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Langkah pencegahan seperti menjaga kebersihan tangan, mengenakan masker jika bergejala, dan menghindari paparan polusi atau abu vulkanik dianjurkan. Pemantauan kasus akan terus dilakukan melalui pelaporan wilayah hingga tanda-tanda penularan melewati ambang aman tidak terdeteksi.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait