Nakes Tangerang Inspeksi Jajanan Sekolah untuk Cegah Pangan Tak Aman
Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Tangerang melakukan inspeksi jajanan yang dijual di lingkungan sekolah pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan ini bertujuan mengurangi risiko pangan yang tidak aman bagi siswa dan mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan inspeksi kesehatan lingkungan
Kepala Puskesmas Panunggangan, Darsono, mengatakan petugas melaksanakan inspeksi kesehatan lingkungan (IKL) terhadap lokasi penjualan dan pengolahan makanan anak sekolah. Pemeriksaan meliputi kebersihan tempat pengolahan, penyimpanan bahan, serta proses penyajian.
Menurut Darsono, pemeriksaan dilakukan untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual memenuhi aspek keamanan pangan dan kesehatan lingkungan sekolah.
"Kami lakukan inspeksi untuk mengurangi risiko pangan yang tidak aman dikonsumsi siswa. Terutama yang menghambat tumbuh kembang siswa,"
Pemeriksaan dan edukasi kepada pengelola kantin
Selain memeriksa kondisi fisik dan proses pengelolaan pangan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengelola kantin. Edukasi difokuskan pada praktik higienis selama pengolahan dan penyajian.
Petugas menekankan beberapa hal penting yang harus diperhatikan pengelola kantin:
- Kebersihan peralatan masak dan penyajian
- Kualitas dan penanganan bahan pangan
- Praktik penyimpanan yang aman
- Kebersihan area penyajian dan lingkungan sekitar
Darsono menegaskan pentingnya penerapan praktik pengelolaan pangan yang higienis secara konsisten agar makanan yang dikonsumsi anak-anak sehari-hari tetap aman.
Rencana perluasan ke seluruh wilayah
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraini, menyatakan kegiatan serupa telah dilaksanakan di Kecamatan Karawaci dan akan diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Tangerang.
"Kami ingin tumbuh kembang anak tetap sehat dan terhindar dari stanting. Pokoknya sudah saya intruksikan dilakukan di seluruh wilayah,"
Dampak dan tindak lanjut
Upaya inspeksi dan edukasi ini diharapkan meningkatkan kualitas makanan di lingkungan sekolah dan mengurangi risiko gangguan kesehatan yang dapat menghambat perkembangan anak. Partisipasi pengelola kantin, siswa, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan program.
Ke depan, Puskesmas dan Dinas Kesehatan berencana memperkuat pemantauan dan pembinaan berkelanjutan agar standar kebersihan dan keamanan pangan di sekolah tetap terjaga.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dinkes DKI Pantau Penyebaran Influenza Lewat Faskes Sentinel
Dinkes DKI pantau influenza lewat lima faskes sentinel dan satu RS; sampel dikirim ke BBLKM untuk identifika...
Siloam Lakukan Implantasi LVAD, Perluas Pilihan Terapi Gagal Jantung
Siloam Kebon Jeruk berhasil melakukan dua implantasi LVAD pada pasien gagal jantung, memperluas pilihan tera...
Hari Jantung Sedunia: Kebiasaan yang Memicu Penyakit Jantung
Pada Hari Jantung Sedunia, pahami kebiasaan seperti merokok, kurang gerak, dan pola makan tinggi garam yang...
Kenali Oseltamivir: Obat Antivirus untuk Influenza
Oseltamivir adalah obat antivirus resep untuk influenza A dan B; penggunaan perlu evaluasi medis dan tidak u...
Dokter: Furosemide Percepat Produksi Urine, Risiko Dehidrasi
Dokter nefrologi jelaskan furosemide mempercepat keluaran urine sehingga menurunkan cairan tubuh dan berisik...
Komisi IX DPR Sosialisasi UU Kesehatan dan Ajak Hidup Sehat
Komisi IX DPR dan Kemenkes sosialisasi UU Kesehatan No.17/2023 di Bekasi, mengajak masyarakat menjaga pola h...