Oseltamivir Tanpa Indikasi Tingkatkan Risiko Resistensi
Penggunaan oseltamivir tanpa indikasi medis berisiko memicu resistensi antivirus. Dosen Kimia Medisinal dan Kimia Farmasi Universitas Gadjah Mada, Dr. Tantri Irianti, mengingatkan hal ini pada diskusi bersama Pro3 RRI, Selasa, 29 September 2026. Ia mengatakan obat antivirus harus diberikan sesuai kondisi klinis, dosis, dan aturan pakai dari tenaga kesehatan.
Mengapa pemakaian tanpa indikasi berbahaya?
Oseltamivir dan obat antivirus lain bekerja dengan menghambat replikasi virus di tubuh. Berbeda dengan antibiotik, mekanisme antivirus bersifat spesifik pada siklus hidup virus.
Tantri menekankan penggunaan yang tidak tepat dapat mendorong virus berkembang menjadi kebal sehingga mengurangi efektivitas obat di masa depan.
"Kalau dosisnya itu tidak tepat dan cara makannya juga tidak pas, itu akan membuat resisten terhadap virus itu. Selain itu, virus itu bisa berevolusi,"
Resistensi terjadi ketika virus berevolusi setelah terpapar obat pada kondisi yang tidak tepat, misalnya dosis tidak lengkap atau penggunaan tanpa konfirmasi infeksi.
Rekomendasi Kementerian Kesehatan dan perawatan suportif
Kementerian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan panic buying oseltamivir. Kemenkes menegaskan obat ini tidak untuk konsumsi massal atau sebagai pencegahan tanpa penilaian medis.
Menurut Kemenkes, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan suportif seperti istirahat, rehidrasi, dan pengobatan simptomatik. Oseltamivir direkomendasikan terutama untuk pasien dengan gejala berat atau kelompok berisiko tinggi.
Saran untuk masyarakat
Tantri mengingatkan bahwa pengobatan efektif tidak dapat bergantung semata pada obat. Menjaga daya tahan tubuh dan menyesuaikan pengobatan dengan kondisi individu sama pentingnya.
"Memang yang paling tepat itu kalau membutuhkan, itu juga yang pada saat memang benar-benar kita kena virus. Tetapi obat itu sendiri sekali lagi bahwa dia tidak berdiri sendiri,"
Ia menyarankan langkah praktis berikut:
- Konsultasi ke tenaga kesehatan sebelum memakai oseltamivir.
- Ikuti dosis dan aturan pakai yang diresepkan.
- Fokus pada perawatan suportif dan peningkatan imunitas.
- Hindari membeli obat secara massal tanpa indikasi medis.
Dengan pemakaian yang tepat, efektivitas antivirus dapat terjaga dan risiko munculnya resistensi bisa diminimalkan. Masyarakat diimbau mengedepankan penilaian medis dan langkah pencegahan dasar saat menghadapi gelombang influenza.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dinkes DKI Pantau Penyebaran Influenza Lewat Faskes Sentinel
Dinkes DKI pantau influenza lewat lima faskes sentinel dan satu RS; sampel dikirim ke BBLKM untuk identifika...
Siloam Lakukan Implantasi LVAD, Perluas Pilihan Terapi Gagal Jantung
Siloam Kebon Jeruk berhasil melakukan dua implantasi LVAD pada pasien gagal jantung, memperluas pilihan tera...
Hari Jantung Sedunia: Kebiasaan yang Memicu Penyakit Jantung
Pada Hari Jantung Sedunia, pahami kebiasaan seperti merokok, kurang gerak, dan pola makan tinggi garam yang...
Kenali Oseltamivir: Obat Antivirus untuk Influenza
Oseltamivir adalah obat antivirus resep untuk influenza A dan B; penggunaan perlu evaluasi medis dan tidak u...
Dokter: Furosemide Percepat Produksi Urine, Risiko Dehidrasi
Dokter nefrologi jelaskan furosemide mempercepat keluaran urine sehingga menurunkan cairan tubuh dan berisik...
Komisi IX DPR Sosialisasi UU Kesehatan dan Ajak Hidup Sehat
Komisi IX DPR dan Kemenkes sosialisasi UU Kesehatan No.17/2023 di Bekasi, mengajak masyarakat menjaga pola h...