ASPERA Mini Studio: Transformasi Digital Pembelajaran Speaking SAS
MEDAN — SAS English Laboratory meluncurkan ASPERA Mini Studio, solusi pembelajaran bahasa Inggris berbasis teknologi yang menggabungkan ruang fisik, multimedia, website speaking, dan dokumen kurikulum. Inovasi ini dikembangkan oleh tim Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dan didanai melalui hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2026.
Pengembang dan tujuan
ASPERA Mini Studio dibuat oleh Asnarni Lubis, Nazriani Lubis, dan Rini Fadhillah Putri dari UMN Al-Washliyah. Proyek ini hilirisasi hasil penelitian yang menggabungkan riset STEAM Multikultural, public speaking berbasis intraculture, dan penguatan multimedia dalam pembelajaran bahasa Inggris. Mahasiswa dari beberapa program studi turut mendukung implementasi.
Fitur utama sistem
Platform ini bukan sekadar ruang rekam. Website speaking menjadi pusat dokumentasi digital siswa, merekam absensi, aktivitas pembelajaran, dan capaian kemampuan speaking. Data tersebut dapat diakses tutor untuk evaluasi berkala dan pelaporan kepada orang tua atau wali.
Manfaat bagi tutor dan administrasi
Direktur SAS English Laboratory, Muhammad Nuhfan Ritonga, menilai integrasi ruang, website, dan kurikulum meningkatkan keteraturan proses belajar dan administrasi lembaga.
Dengan adanya ruang Mini Studio ASPERA, website, dan dokumen kurikulum, kami sangat terbantu. Pengelolaan administrasi dan pembelajaran menjadi lebih teratur.
Wakil Direktur bidang pengembangan pembelajaran, Rahmat Juanda, juga menyatakan bahwa teknologi memudahkan pemantauan perjalanan belajar siswa.
Kami sangat terbantu, baik dari sisi fasilitas maupun website. Tutor dapat mengetahui jejak keberhasilan siswa dalam belajar speaking, mulai dari absensi hingga nilai kemampuan siswa.
Rencana pengembangan dan dampak jangka panjang
SAS English Laboratory menargetkan pengembangan ekosistem pembelajaran speaking berbasis data. Informasi perkembangan siswa akan dipakai untuk evaluasi, perencanaan pembelajaran, laporan tutor, komunikasi dengan orang tua, dan pengembangan program lembaga.
Ke depan, website speaking akan diperluas untuk analisis perkembangan siswa, sedangkan kurikulum diperbarui secara berkala sesuai kebutuhan pembelajar dan perkembangan teknologi.
Kesimpulan
ASPERA Mini Studio tidak hanya sekadar hasil proyek hibah. Inovasi ini menjadi aset pembelajaran dan fondasi transformasi digital SAS English Laboratory, memperluas pengalaman belajar bahasa Inggris di luar kelas dan menyajikan jejak perkembangan yang terukur dan terdokumentasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Eksekutor Pembakar Mobil Sukur Rambe Ditahan, Polisi Diminta Ungkap Dalang
Tersangka DH ditahan usai mengaku membakar mobil Sukur Rambe atas perintah RPJ; polisi didesak menuntaskan p...
LSM Tuding Gudang di Medan Labuhan Menimbun Solar Subsidi Ilegal
LSM Social Justice laporkan dugaan penimbunan solar subsidi di gudang Medan Labuhan; minta polisi segera ber...
Kemendagri Dinilai Lemah soal Pergeseran Anggaran Rp503 Miliar Deliserdang
Klaim Kemendagri soal pergeseran anggaran Rp503 miliar Deliserdang disorot, disertai kabar keluarga tersangk...
BKSDA Aceh: Pembabatan Sawit di Trumon Masuk Kawasan Konservasi
BKSDA Aceh menyatakan pembabatan sawit di Trumon berada dalam Suaka Margasatwa Rawa Singkil; warga dan PeTA...
BPJN Aceh Rampungkan Rekonstruksi Jalan Kedai Runding–Paya Laba
BPJN Aceh menyelesaikan rekonstruksi ruas Kedai Runding–Paya Laba sepanjang sekitar 3 km untuk memperlancar...
Binjai Ikuti Pembinaan Arsip ASN Pasca Bencana oleh BKN
Pemko Binjai mengikuti pembinaan arsip ASN pasca bencana oleh BKN pada 29–30 Sept 2026 guna memperkuat digit...