Pemprov Sumut Hentikan Sementara OMC, Pantau Kabut Asap
Medan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menghentikan sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mengatasi kabut asap di sejumlah wilayah termasuk Kota Medan, setelah menjalankan operasi selama empat hari dan menilai hasilnya cukup baik, Senin (19/10).
Keputusan penghentian dan alasannya
Keputusan menghentikan sementara OMC diambil usai evaluasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut. Kepala BPBD Sumut, Tuahta Ramajaya Saragih, mengatakan langkah itu diambil karena hasil operasi dinilai memadai, meski ukuran keberhasilan belum dipaparkan secara rinci.
"Untuk sementara, mulai hari ini operasi modifikasi cuaca kita hentikan terlebih dahulu. Sebelumnya, operasi ini sudah berlangsung selama empat hari dan hasilnya cukup baik,"
Kesiapan jika operasi dilanjutkan
Tuahta menegaskan penghentian bukan berarti masalah kabut asap selesai. Pemprov tetap memantau kondisi cuaca dan kualitas udara di wilayah terdampak. Dia menyatakan operator pelaksana OMC sudah dikomunikasikan dan siap jika operasi perlu dilanjutkan.
"Kalau nanti kondisi kembali memburuk, misalnya dalam beberapa hari ke depan atau satu minggu ke depan asap kembali parah, operasi modifikasi cuaca bisa kita lanjutkan lagi,"
Mekanisme OMC dan keterbatasannya
OMC dilakukan melalui penyemaian awan untuk mendorong hujan yang diharapkan mampu membersihkan partikel di udara dan mengurangi dampak kabut asap. Namun efektivitas metode ini sangat bergantung pada ketersediaan awan yang sesuai dan kondisi atmosfer.
Artinya, keberhasilan operasi tidak sepenuhnya dapat dikendalikan oleh pelaksana. Faktor meteorologis menjadi penentu utama apakah upaya penyemaian awan akan berhasil menurunkan konsentrasi partikel penyebab kabut asap.
Pemantauan, evaluasi, dan langkah berikutnya
Pemprov akan menjadikan hasil pemantauan dan evaluasi sebagai dasar keputusan untuk mengaktifkan kembali OMC. Dalam beberapa hari ke depan, instansi terkait akan memantau perkembangan udara dan menilai kebutuhan intervensi lanjutan.
Keputusan sementara ini juga sudah dikoordinasikan dengan Gubernur Sumut, Bobby Nasution. Dengan demikian, respons cepat tetap memungkinkan jika kualitas udara memburuk kembali.
Meski operasi dihentikan sementara, perhatian terhadap kesehatan publik dan pengurangan emisi tetap menjadi prioritas hingga kondisi kabut asap benar-benar membaik.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Workshop Seni Potret di Samosir: Mengangkat Narasi dan Identitas Lokal
Kementerian Ekonomi Kreatif menggelar workshop seni potret di Samosir (19/10) untuk mengasah fotografi dan n...
MAN 1 Meulaboh Genjot Motivasi Siswa untuk Melanjutkan ke PTN
Kegiatan pengabdian di MAN 1 Meulaboh dorong siswa melanjutkan ke PTN lewat pemahaman seleksi, beasiswa, dan...
MTQ Aceh Besar ke-35 Dimulai 24 Okt: 663 Peserta dari 23 Kecamatan
MTQ Aceh Besar ke-35 dibuka 24 Oktober 2026 di Kuta Baro dengan 663 peserta dari 23 kecamatan; lomba berlang...
PUI Desak Pengawasan Pinjol Diperketat, Riba Dinilai Haram
PUI menyerukan pengawasan pinjol diperketat dan merekomendasikan opsi pembiayaan tanpa riba usai Mudzakarah...
Pemprov Sumut Kejar Penyerahan Aset RSUD M Thomsen, Tenggat 31 Okt
Pemprov Sumut percepat penyerahan aset RSUD dr M Thomsen Nias ke Pemko Gunungsitoli; sisa 13 hari menuju ten...
Sorotan Pengangkutan BBM PLTD Daya Nusa di Kepulauan Batu
Pengangkutan BBM untuk PLTD Daya Nusa di Kepulauan Batu diduga tidak efisien dan berpotensi memboroskan angg...