Teknologi

ITSEC Asia Gandeng SGCI Bawa Keamanan Siber ke Pantai Gading

Bagikan:

Jakarta. Perusahaan keamanan siber Indonesia, ITSEC Asia, menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan jasa TI Pantai Gading, SGCI, pada Senin untuk menyediakan layanan keamanan siber bagi institusi publik dan operator infrastruktur kritis di Côte d’Ivoire. Kerja sama ini menandai langkah pertama ITSEC Asia memasuki pasar Afrika dan bertujuan menghadapi meningkatnya risiko siber seiring digitalisasi.

Ruang lingkup kerja sama

Dalam perjanjian, ITSEC Asia melalui anak usahanya di Singapura, ITSEC Services Asia, akan memasok teknologi, keahlian teknis, pelatihan, dan dukungan operasional kepada tim lokal SGCI. SGCI akan memimpin penjangkauan klien dan pelaksanaan proyek di dalam negeri, mengandalkan pengalaman operasional lebih dari 20 tahun di Côte d’Ivoire.

Lebih jauh, layanan yang ditawarkan meliputi audit sistem informasi, integrasi sistem, pengujian penetrasi, dan forensik digital dari pihak SGCI. Sementara ITSEC Asia akan menyediakan layanan dan keahlian operasional seperti Security Operations Center (SOC), managed detection and response, threat intelligence, serta penilaian keamanan untuk operational technology dan sistem kontrol industri.

Tujuan dan manfaat bagi organisasi lokal

Kerja sama ini dirancang untuk menghadirkan layanan keamanan siber yang dioperasikan secara berkelanjutan dan lokal, sesuai regulasi nasional. Tujuannya adalah membangun kapabilitas operasi keamanan skala besar untuk menghadapi lingkungan TI yang semakin kompleks akibat integrasi TI dan sistem kontrol industri.

"Organisasi di Côte d'Ivoire diminta untuk mempertahankan lingkungan yang semakin kompleks, dan itu membutuhkan kapabilitas operasional berkelanjutan, bukan keterlibatan satu kali,”

kata Patrick Dannacher, president director ITSEC Asia. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini sekaligus mendukung ekspansi ITSEC Asia ke kawasan Asia Pasifik, Timur Tengah, dan Afrika.

Pengembangan layanan lokal dan proyek nasional

SGCI menyatakan kedua perusahaan akan mengembangkan layanan yang dihosting dan dioperasikan secara lokal, dimulai dari proyek tingkat nasional. Kombinasi pengetahuan regulasi dan operasi lokal SGCI dengan kemampuan teknologi ITSEC Asia dinilai mampu menjawab kebutuhan keamanan institusi publik dan infrastruktur kritis.

"Institusi publik dan operator infrastruktur kritis di Côte d'Ivoire membutuhkan keamanan siber yang dioperasikan terus-menerus, secara lokal, dan sesuai regulasi nasional,”

kata Cyrille Koffi, managing director SGCI.

Kinerja keuangan ITSEC Asia

Kerja sama ini diumumkan bersamaan dengan laporan keuangan yang menunjukkan kinerja keuangan membaik. Pada kuartal II 2026, laba operasi ITSEC Asia melonjak 1.171% year-on-year menjadi Rp 23,01 miliar (sekitar $1,4 juta), dengan pendapatan naik 21% menjadi Rp 115,03 miliar.

Periode Angka Keterangan
Kuartal II 2026 - Laba operasi Rp 23,01 miliar Naik 1.171% YoY
Kuartal II 2026 - Pendapatan Rp 115,03 miliar Naik 21% YoY
Jan–Jun 2026 - Laba sebelum pajak Rp 22,69 miliar Naik 1.407% YoY
Total aset (30 Juni 2026) Rp 485,4 miliar Naik dari Rp 416,5 miliar (Des 2025)
Ekuitas Rp 312,4 miliar -

Dengan modal keuangan yang lebih kuat dan mitra lokal berpengalaman, ITSEC Asia dan SGCI menargetkan pengembangan proyek keamanan siber skala besar di tingkat nasional. Prospek ini menunjukkan bahwa negara-negara di Afrika Barat semakin prioritas dalam strategi ekspansi penyedia layanan keamanan siber.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait