Jakarta Rampungkan Revitalisasi 16 Gedung Sekolah, 3 Masih Berjalan
Jakarta — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyelesaikan revitalisasi 16 dari 19 gedung sekolah dalam program 2025. Pekerjaan untuk tiga gedung sisanya masih berlangsung, kata Gubernur Pramono Anung saat meninjau SDN 05 Pekayon dan SMPN 91 Jakarta di Jakarta Timur, Senin.
Anggaran dan cakupan proyek
Program revitalisasi ini memiliki anggaran sebesar Rp876,79 miliar. Dua sekolah yang ditinjau digabungkan menjadi satu gedung bertingkat senilai Rp101,3 miliar. Gedung baru tersebut menggantikan bangunan lama yang berusia sekitar 50–60 tahun.
Fasilitas gedung baru
Gedung multistory itu dilengkapi fasilitas lengkap untuk proses belajar dan aktivitas siswa. Fasilitas yang tersedia antara lain:
- Lift
- Perpustakaan
- Kantin
- Kelas berperalatan memadai
- Fasilitas olahraga seperti lapangan basket, voli, dan mini sepak bola
Gubernur Pramono menilai bangunan baru itu mampu memaksimalkan pemanfaatan lahan di ibu kota yang sempit dan mahal.
"Tantangan utama di Jakarta adalah ketersediaan lahan. Saat tanah semakin mahal, kita harus menggunakan lahan lebih efisien agar anak-anak punya lebih banyak pilihan,"katanya saat meninjau lokasi.
Perubahan tata belajar di SMPN 91
SMPN 91 sebelumnya menerapkan dua shift, pagi dan sore, dengan 16 rombongan belajar. Kepala sekolah Yuhanah menyampaikan perubahan setelah pemindahan ke gedung baru.
"Sekarang sekolah dapat menampung siswa dalam satu shift setelah gedung baru selesai,"ujarnya.
Meski demikian, penggunaan lift memerlukan pengawasan guru. Hal ini terutama penting untuk menjaga keselamatan siswa berkebutuhan khusus atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu.
Bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan
Revitalisasi gedung sekolah ini merupakan bagian dari langkah lebih luas pemerintah provinsi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Selain renovasi dan pembangunan gedung, Pemerintah Provinsi DKI juga memberikan bantuan biaya melalui Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan dukungan bagi mahasiswa lewat Kartu Mahasiswa Unggul Jakarta (KJMU).
Pramono menegaskan posisi Jakarta sebagai kota pelajar terdepan di Indonesia. Hal ini tercermin dari peringkat QS Best Student Cities 2027, yang menempatkan Jakarta pada urutan ke-117 secara global, mengungguli Yogyakarta (118), Bandung (128), dan Surabaya (140).
Rencana lanjutan
Program revitalisasi mencakup semua jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas dan sekolah vokasi. Pekerjaan meliputi renovasi bangunan lama dan pembangunan fasilitas baru di kelima kota administrasi Jakarta.
Dengan selesainya mayoritas proyek, pemerintah provinsi berharap peningkatan infrastruktur ini akan berdampak langsung pada kualitas pembelajaran dan kenyamanan siswa di sekolah-sekolah yang direvitalisasi.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Kebugaran Anak Muda Indonesia: Minat Tinggi, Informasi Justru Membingungkan
Minat kebugaran anak muda meningkat, namun 42% merasa kewalahan oleh informasi kesehatan yang saling bertent...
Wanita di Bandar Lampung Menangis saat Buaya Muara 2 Meter Diambil
Seorang wanita di Bandar Lampung menangis saat petugas mengevakuasi buaya muara ~2 meter yang dipelihara sej...
Koster Tetapkan Batas: Semua Papan Nama di Bali Wajib Aksara Bali hingga Apr 2027
Gubernur Bali Wayan Koster memberi tenggat akhir April 2027 bagi pemasangan aksara Bali pada papan nama publ...
PPBN 2026 Siapkan Generasi Muda Jadi Duta Pelestari Batik
PPBN 2026 angkat tema Batik Derawan dan Maratua; ajang ini membekali generasi muda jadi duta budaya lewat ka...
HBRC Bandung Rayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey
HBRC Bandung merayakan Anniversary ke-17 di Ciwidey dengan sekitar 1.000 peserta, memperkuat ikatan komunita...
BRI Junio x MLBB: Kartu Debit Edisi Khusus dan Beragam Benefit
BRI berkolaborasi dengan Mobile Legends luncurkan BRI Junio: kartu debit edisi khusus, hadiah collectible, c...