Perusahaan RI Risau Kehilangan Manfaat AI jika Hanya Jalankan Pilot
Jakarta. Perusahaan Indonesia berisiko kehilangan lonjakan produktivitas berbasis kecerdasan buatan jika terus terpaku pada proyek percontohan saja, kata Paul Carvouni, senior vice president dan general manager Salesforce untuk ASEAN. Ia menekankan perlunya investasi pada pelatihan tenaga kerja, perancangan ulang proses operasional, dan penguatan tata kelola saat memperluas penggunaan AI secara menyeluruh.
Risiko "Corporate lag" dan eksperimen berkepanjangan
Carvouni memperingatkan adanya "corporate lag" — kondisi di mana karyawan menyadari perubahan teknologi namun tidak memiliki keterampilan dan alat untuk memanfaatkannya. Kekhawatiran soal privasi data, keamanan, dan akurasi mendorong perusahaan bergerak hati-hati, namun keterlambatan yang berkepanjangan bisa menghalangi realisasi manfaat teknologi.
"Corporate lag" risks leaving employees aware of technological changes but without the skills and tools to use AI effectively.
Perlu tenaga kerja AI bilingual dan pelatihan berkelanjutan
Menurut Carvouni, perusahaan perlu membangun tenaga kerja AI bilingual yang padu padankan keahlian profesional dengan kemampuan bekerja bersama sistem AI. Pelatihan sebaiknya bersifat berkelanjutan, bukan sekadar sesi satu kali, dan deskripsi pekerjaan serta struktur organisasi harus disesuaikan untuk kolaborasi manusia-AI.
Sebuah survei Salesforce menunjukkan bahwa kurang dari 3% pekerja pengetahuan di Indonesia memperkirakan tidak akan pernah bekerja dengan AI agents. Temuan ini menunjukkan resistensi mungkin tidak sebesar kekhawatiran soal kesiapan penggunaan.
Redesain alur kerja, bukan sekadar menempelkan alat
Carvouni menekankan bahwa alur kerja harus didesain ulang, bukan hanya menambahkan alat AI ke proses yang ada. Di sektor asuransi, misalnya, AI dapat mengambil alih penanganan pertanyaan rutin secara mandiri, sementara kasus kompleks diteruskan ke staf manusia.
Contoh konkret: Inhealth dan pengurangan waktu proses
Sebagai ilustrasi, perusahaan asuransi kesehatan Indonesia, Inhealth, menggunakan platform Agentforce Service dari Salesforce di contact center mereka. Dalam tiga bulan, waktu pemrosesan layanan Letter of Guarantee turun 46%, dan waktu respons chat berkurang 31% menjadi 24 detik. Angka ini menunjukkan bagaimana penerapan AI dapat meningkatkan efisiensi operasional pada level perusahaan.
Tata kelola dan pengawasan output AI
Penggunaan model bahasa besar berisiko menghasilkan jawaban yang tidak konsisten atau keliru. Karena itu perusahaan wajib menerapkan kontrol untuk melindungi data pelanggan, memantau keluaran sistem, dan memastikan akuntabilitas. Tantangan ini menjadi lebih kompleks di Indonesia yang memiliki sebaran geografis luas dan ekonomi digital yang cepat berkembang.
Untuk pemimpin bisnis, prioritas utama adalah menerjemahkan investasi AI menjadi perbaikan terukur pada layanan, produktivitas, dan pertumbuhan, sambil mempersiapkan tenaga kerja untuk peran yang berubah. Tanpa investasi berkelanjutan pada keterampilan dan perubahan organisasi, perusahaan berisiko kehilangan manfaat produktivitas dan talenta kepada pesaing yang lebih cepat mengadopsi teknologi.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...
Pesawat X-59 NASA Pecahkan Rekor, Capai Mach 1,53 dalam Uji Terbang
X-59 NASA mencatat enam penerbangan dalam seminggu dan kecepatan tertinggi Mach 1,53, meningkatkan total uji...