Teknologi

Hari Komunikasi Damai: Etika Komunikasi Digital yang Diperlukan

Bagikan:

Hari Komunikasi Damai Internasional diperingati setiap 7 Oktober untuk mendorong komunikasi yang mendukung perdamaian di ruang digital. Peringatan ini digagas oleh Ruben M. West pada 2019 sebagai respons terhadap meningkatnya penyebaran kebencian dan intoleransi secara daring.

Mengapa peringatan ini penting

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengingatkan pengguna internet agar menerapkan etika dalam berkomunikasi. Tanpa etika, pesan yang disebarkan dapat memicu konflik, perundungan, dan penyebaran informasi berbahaya. Prinsip komunikasi damai menekankan dialog, kerja sama, dan penyelesaian perbedaan secara konstruktif.

Pesan tokoh perpustakaan nasional

Maria Sobon Sompe, Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, menekankan urgensi komunikasi damai di era digital. Ia mengajak masyarakat untuk menerapkan dialog yang inklusif dan penuh pengertian di lingkungan kerja, keluarga, dan komunitas.

"Hari-hari seperti Hari Komunikasi Damai Internasional semakin penting di tengah berbagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Hal ini disebabkan sentimen untuk memecah belah selalu tinggi, terutama melalui penyebaran kebencian dan intoleransi."

Peran literasi media

UNESCO menekankan bahwa literasi media membantu pengguna internet bertindak lebih bertanggung jawab. Kemampuan ini meningkatkan kemampuan menilai, menganalisis, dan membuat konten sehingga masyarakat lebih tahan terhadap misinformasi, disinformasi, dan ujaran kebencian.

Sementara UNICEF Indonesia mengingatkan pentingnya berpikir sebelum membagikan pesan, foto, atau video karena konten daring sulit dikendalikan atau dihapus sepenuhnya.

Prinsip etika komunikasi digital

Etika komunikasi digital sederhana namun krusial. Beberapa prinsip dasar meliputi:

  • Mempertimbangkan kata-kata sebelum mengirim pesan.
  • Menghormati privasi: jangan membagikan data pribadi orang lain tanpa izin.
  • Memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya.
  • Menyampaikan kritik dengan bahasa yang sopan dan fokus pada isu, bukan menyerang pribadi.

Langkah praktis bagi pengguna

Untuk mewujudkan komunikasi damai, pengguna internet dapat melakukan langkah konkret:

  1. Berpikir dua kali sebelum mengunggah atau membagikan konten.
  2. Mengecek sumber informasi dan memverifikasi fakta.
  3. Menjaga privasi sendiri dan orang lain dengan tidak membagikan data sensitif.
  4. Memilih kata yang tidak provokatif saat berdiskusi online.

Dengan menerapkan etika sederhana ini, ruang daring bisa menjadi tempat yang lebih aman dan sehat. Komunikasi yang bijak memungkinkan teknologi mempererat hubungan, bukan memperbesar konflik.

Naufal Hakim
Penulis
Naufal Hakim

Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.

Berita Terkait