Jakarta Naik ke Peringkat 15 Dunia dalam Indeks Transportasi Umum 2026
Jakarta naik dua peringkat dan menempati posisi ke-15 dalam peringkat transportasi umum dunia versi Time Out 2026 dengan skor 79,2%. Kenaikan ini diumumkan setelah survei yang dipublikasikan pada 13 Oktober dan melibatkan lebih dari 24.000 responden di berbagai kota dunia. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan perbaikan tersebut dipicu oleh integrasi antarmoda yang semakin baik.
Kenaikan peringkat dan penyebab
Menurut Gubernur Pramono, integrasi antara MRT, LRT, Transjakarta, layanan Transjabodetabek, dan Mikrotrans menjadi faktor utama. Integrasi yang lebih baik memudahkan perpindahan penumpang dan meningkatkan penilaian publik terhadap layanan transportasi.
Pramono Anung: Mengapa Jakarta naik dua peringkat? Karena integrasi antara MRT, LRT, Transjakarta, khususnya Transjabodetabek, dan layanan Mikrotrans meningkat secara signifikan.
Dengan meningkatnya konektivitas antarmoda, diharapkan waktu tempuh dan kenyamanan pengguna menurun, serta kemacetan berkurang.
Rincian survei Time Out 2026
Survei Time Out menilai transportasi berdasarkan persentase responden yang memberikan penilaian "baik" atau "sangat baik" untuk layanan angkutan umum di kotanya. Taipei berada di posisi teratas dengan 95% responden memberi nilai positif. Singapore dan Hong Kong masing-masing menempati posisi kedua dan ketiga.
Jakarta meraih skor 79,2% dan berada di urutan ke-7 di Asia. Kota-kota yang berada tepat di bawah Jakarta dalam peringkat global termasuk Riyadh, Hamburg, dan Amsterdam.
Daftar 15 kota teratas menurut Time Out 2026
- Taipei, Taiwan - 95%
- Singapore - 93.5%
- Hong Kong - 92.8%
- Edinburgh, United Kingdom - 92.4%
- Seoul, South Korea - 91.1%
- Zurich, Switzerland - 90.7%
- Vienna, Austria - 90.3%
- Tallinn, Estonia - 85.3%
- Helsinki, Finland - 83.6%
- MedellĂn, Colombia - 83%
- Shanghai, China - 82.7%
- Warsaw, Poland - 81.9%
- Osaka, Japan - 81.6%
- Stockholm, Sweden - 80.3%
- Jakarta, Indonesia - 79.2%
Langkah pemerintah dan prospek ke depan
Gubernur Pramono menegaskan upaya pemerintah provinsi akan melanjutkan pengembangan konektivitas, terutama melalui layanan Transjabodetabek yang menghubungkan Jakarta dengan kawasan penyangga. Perluasan dan penyempurnaan integrasi antarmoda menjadi fokus untuk mengurangi kemacetan dan mempermudah mobilitas warga.
Dengan integrasi yang lebih baik, semoga transportasi umum di Jakarta terus meningkat. Saya akan terus menghubungkan jaringan transportasi Jakarta yang belum tersambung, karena ini sangat membantu mengurangi kemacetan, terutama bagi komuter dari daerah penyangga.
Peningkatan peringkat ini memberi gambaran bahwa upaya integrasi mulai berbuah hasil. Namun, konsistensi dalam perencanaan, operasional, dan pelayanan tetap diperlukan agar tren positif ini berlanjut.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Bocelli Bela Konser di Indonesia: Musik, Bukan Politik
Andrea Bocelli membela konser Borobudur (31 Okt) dan Jakarta (3 Nov) setelah desakan MUI; ia tegas konser un...
Kontroversi Tip di Bali: Wisatawan Domestik vs Asing
Pernyataan senator soal wisatawan asing yang lebih dermawan memicu protes Ni Luh Djelantik dan perdebatan te...
KLTA Gandeng B-Universe Perkuat Promosi Pariwisata Kuala Lumpur
KLTA dan B-Universe menjalin kerja sama promosi pariwisata Kuala Lumpur, termasuk rencana Travel Trade Expo...
Sejarah dan Makna Motif Batik Kapal Kandas Indramayu
Pada Hari Jadi Indramayu, motif Batik Kapal Kandas dikenalkan kembali sebagai rekam visual kehidupan pesisir...
Lima Wanita Terkaya Indonesia Miliki Total Kekayaan Rp325 Triliun
Lima wanita terkaya Indonesia menguasai total kekayaan sekitar Rp325 triliun, dipimpin Marina Budiman dengan...
Kebugaran Anak Muda Indonesia: Minat Tinggi, Informasi Justru Membingungkan
Minat kebugaran anak muda meningkat, namun 42% merasa kewalahan oleh informasi kesehatan yang saling bertent...