Anak Krakatau Masih Level III Siaga, Warga Dilarang Dekati 3 km
Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan tetap berada pada Level III (Siaga)
Status dan rekomendasi keselamatan
Status Level III berlaku berdasarkan pemantauan aktivitas gunung periode pukul 00.00–06.00 WIB pada hari evaluasi. Karena itu, Badan Geologi meminta agar masyarakat mematuhi batas aman yang ditetapkan.
“Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati G. Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah aktif,”
Larangan ini diberlakukan untuk mengurangi risiko akibat lontaran material vulkanik, awan panas, atau perubahan mendadak pada kondisi kegempaan dan aktivitas kawah.
Pemantauan meteorologi dan aktivitas kegempaan
Badan Geologi mencatat kondisi cuaca dan parameter kegempaan sebagai dasar evaluasi. Secara visual gunung terpantau berkabut dengan tingkat kabut 0–III. Asap kawah tidak terlihat, sementara CCTV visual di lokasi dilaporkan tidak aktif.
“Dari sisi meteorologi, kondisi di sekitar gunung terpantau berawan selama periode pengamatan. Angin tercatat bertiup lemah menuju barat laut, sementara suhu udara berada pada kisaran 25,9 hingga 26,1 derajat Celsius dengan kelembapan 81-87 persen,”
Badan Geologi juga merekam beberapa jenis gempa yang menjadi indikator aktivitas magmatik dan pergerakan fluida dalam tubuh gunung.
| Parameter | Hasil Pengamatan |
|---|---|
| Tinggi gunung | 157 m di atas permukaan laut |
| Cuaca | Berawan; angin lemah ke barat laut; suhu 25,9–26,1°C; kelembapan 81–87% |
| Gempa Hybrid/Fase Banyak | 3 kali; amplitudo 11–14 mm; durasi 4–7 detik |
| Tremor/Microtremor | Amplitudo 2–7 mm; dominan 3 mm |
Dampak dan imbauan bagi warga
Lokasi Anak Krakatau dinilai memberi dampak langsung bagi kawasan pesisir Lampung Selatan. Pemerintah daerah dan Badan Geologi mengimbau warga di zona terdampak untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti informasi resmi.
Pemantauan akan terus dilanjutkan untuk mendeteksi perubahan tanda-tanda aktivitas vulkanik. Informasi resmi terkait status, rekomendasi keselamatan, dan perubahan level akan diumumkan oleh Badan Geologi Kementerian ESDM.
Pada akhirnya, kepatuhan publik terhadap pembatasan jarak dan arahan petugas menjadi kunci untuk meminimalkan risiko pada masa status Siaga ini.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...