Hiburan

Arswendy dan Christine Gali Peran Orang Tua di 'Laut Bercerita'

Bagikan:
Poster film Laut Bercerita menampilkan orang tua menunggu kepulangan anak

Arswendy Bening Swara dan Christine Hakim mendalami peran sebagai orang tua Biru Laut dalam film Laut Bercerita, dengan cara berbeda untuk menghadirkan kesedihan, penantian, dan harapan keluarga yang kehilangan anaknya. Pernyataan itu diungkapkan saat konferensi pers di XXI Plaza Senayan, Rabu, 9 September 2026, menjelang world premiere film di Main Competition Busan International Film Festival 2026 dan rilis bioskop Indonesia pada 29 Oktober 2026.

Arswendy: "pinjam" kesedihan nyata

Arswendy menuturkan ia mengambil referensi emosional dari pengalaman nyata salah satu orang yang dikenalnya. Ia berteman dengan anak yang ayahnya menghilang saat masih berusia sekitar tiga hingga empat tahun.

“Bukan kebetulan tapi saya sedang berteman juga dengan salah satu anak yang bapaknya belum kembali. Jadi saya coba meminjam kesedihannya,”

Ia mengatakan tidak mengandalkan teori akting yang rumit. Alih-alih, ia mencoba merasakan kesedihan melalui percakapan personal dan membayangkan bagaimana Bapak Wibisana—tokoh yang diperankannya—terus percaya anaknya akan pulang meski menyadari kemungkinan terburuk.

Karakter Bapak Wibisana digambarkan sentimental dan romantis; memiliki kebiasaan sederhana bersama keluarga, seperti menyukai lagu-lagu The Beatles. Bahkan setelah sang anak, Laut, menghilang, ia tetap menyiapkan piring dan kursi untuk anaknya sebagai bentuk harapan.

“Saya bukan aktor yang banyak teori, jadi saya cuman pinjam saja kesedihannya. Saya coba membayangkan tokoh ayah ini, bagaimana dia sangat-sangat percaya anaknya akan kembali meskipun dia tau gak akan kembali,”

Christine: menggali rasa ibu dari pengalaman pribadi

Christine Hakim menjelaskan pendekatannya lebih bersandar pada pengalaman menjadi seorang ibu. Ia merasa bersyukur dapat mendampingi dan menjalani peran ibu bagi keluarga di film tersebut, sehingga dapat memahami perasaan menunggu kepulangan anak.

“Menjadi ibu bagi semua keluarga di dalam dunia film, saya juga harus syukuri,”

Menurut Christine, harapan seorang ibu tidak mudah padam meskipun kenyataan penuh ketidakpastian. Dalam film, sang ibu tetap percaya suatu hari Biru Laut akan kembali dan mampu memeluk anaknya lagi.

“Sebagai ibu dari Laut, harapan yang pasti tidak akan pernah berhenti. Berharap suatu hari dia akan kembali dan bisa memeluk anaknya,”

Tentang film dan jadwal pemutaran

Laut Bercerita diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan disutradarai Yosep Anggi Noen. Selain Arswendy dan Christine, film ini dibintangi oleh Reza Rahadian sebagai Biru Laut dan Yunita Siregar sebagai Asmara Jati.

  • Adaptasi: novel Leila S. Chudori
  • Sutradara: Yosep Anggi Noen
  • Pemain utama: Reza Rahadian, Yunita Siregar, Christine Hakim, Arswendy Bening Swara
  • World premiere: Main Competition Busan International Film Festival 2026
  • Tayang di Indonesia: 29 Oktober 2026

Dengan pendekatan emosional berbeda dari kedua pemeran utama, film ini menonjolkan nuansa keluarga yang rapuh namun tetap bertahan oleh harapan. Pemutaran di Busan akan menjadi momen penting untuk mengukur reaksi internasional sebelum film dirilis ke publik dalam negeri.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait