Olahraga

Perjalanan 40 Jam, Timnas Basket Indonesia Tetap Fokus di Asian Games

Bagikan:
Timnas Basket Putra Indonesia bersiap di Nagoya menjelang laga Asian Games 2026

Timnas Basket Putra Indonesia menempuh perjalanan sekitar 40 jam menuju Nagoya untuk tampil di Asian Games 2026 setelah rute penerbangan berubah akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Perubahan rute membuat tim harus transit melalui Surabaya dan Singapura sebelum tiba di Jepang. Meski menghadapi perjalanan panjang dan banjir lokal, tim tetap memusatkan perhatian pada persiapan pertandingan pembuka melawan Jepang pada 10 September 2026.

Perjalanan panjang dan pengalihan rute

Perubahan jadwal keberangkatan terjadi karena kondisi bencana yang memengaruhi penerbangan langsung. Sekjen DPP Perbasi, Nirmala Dewi, menyatakan bahwa rencana awal harus diubah sehingga tim melakukan beberapa transit sebelum tiba di Nagoya.

"Iya, tim kemarin udah jalan juga yang mestinya direncanakan melalui penerbangan langsung, ternyata ada perubahan karena ada bencana. Jadi mereka harus muter lewat Surabaya, kemudian Singapura, Singapura ke Nagoya,"

Rute baru menambah waktu perjalanan sehingga dukungan logistik dan manajemen waktu menjadi perhatian tim pelatih dan ofisial. Meski demikian, official tim memastikan pemain tetap menjalani program pemulihan dan penyesuaian setelah tiba.

Latihan terganggu, fokus mental jadi prioritas

Setibanya di Nagoya, tim menghadapi kondisi banjir yang mengganggu jadwal latihan. Nirmala menegaskan pentingnya menjaga kestabilan mental pemain agar tidak terganggu oleh situasi di lokasi.

"Kami kuatkan anak-anak tetap tenang dan fokus agar tidak terdistraksi situasi yang terjadi di sana,"

Pihak pelatih memanfaatkan setiap kesempatan pemanasan dan sesi teknik yang tersedia. Tim juga menerapkan protokol pemulihan fisik dan manajemen ritme tidur untuk menanggulangi efek perjalanan panjang.

Jadwal pertandingan dan pemantauan situasi

Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, menyatakan kondisi di Nagoya sedang dimonitor karena munculnya kondisi force majeure seperti badai yang kemudian menjadi banjir.

"Semenjak tadi malam, ada situasi force majeure di Nagoya, dalam bentuk storm (badai) kemudian menjadi banjir. Kondisi pagi hari ini official pemerintah Provinsi Nagoya, sudah mengeluarkan warning untuk lock semua kegiatan di Nagoya,"

Kondisi ini berdampak pada semua delegasi yang hadir. Todotua menegaskan komunikasi intensif terus dilakukan antara ofisial kontingen dan pihak penyelenggara setempat.

  • 10 September 2026: Indonesia vs Jepang (Aichi International Arena, Nagoya)
  • 11 September 2026: Indonesia vs Korea Selatan
  • 13 September 2026: Indonesia vs Arab Saudi

Ofisial menegaskan bahwa jadwal pertandingan tetap berlaku, sementara keputusan operasional sehari-hari disesuaikan berdasarkan arahan otoritas setempat dan perkembangan cuaca.

Penutup: kesiapan dan langkah selanjutnya

Meskipun menghadapi rintangan perjalanan dan cuaca, tim menegaskan komitmen untuk bermain maksimal. Fokus jangka pendek adalah menjaga kondisi fisik dan mental sebelum laga pembuka. Kontingen Indonesia akan terus memantau situasi dan menyesuaikan rutinitas latihan sesuai kondisi di Nagoya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait