Robot LINK Dekati Observatorium Swift, Uji Teknologi Dilanjutkan
NASA dan Katalyst Space melanjutkan uji coba pesawat antariksa robotik LINK di orbit pada Selasa, 8 September 2026. Pengujian ini merupakan demonstrasi teknologi untuk misi Swift Boost yang dirancang membantu Observatorium Neil Gehrels Swift. LINK ditargetkan mendekati posisi Swift untuk menguji kemampuan servis dan manuver tanpa melakukan rendezvous penuh.
Pengujian terbaru: manuver dan jarak terdekat
Dalam beberapa hari terakhir tim Katalyst menaikkan orbit LINK sehingga selaras dengan orbit observatorium Swift. LINK tercatat berada sekitar 12 hingga 15 kilometer dari Swift, menjadi titik terdekat sepanjang rangkaian pengujian.
Saat uji coba, LINK berhasil mengerahkan ketiga lengan robotiknya dan menyalakan tiga pendorong propulsi listrik secara bersamaan. Aksi ini bertujuan memverifikasi kemampuan mekanis dan propulsi dalam kondisi operasi nyata di luar angkasa.
Masalah teknis dan pembatasan misi
Sebelumnya, tim gabungan NASA dan Katalyst Space memangkas lingkup misi Swift Boost karena adanya masalah pada sistem pengendalian sikap LINK. Akibatnya, rencana pendekatan dekat dan intervensi langsung pada Swift tidak dilanjutkan.
Meski begitu, Katalyst tetap melanjutkan sebanyak mungkin pengujian yang aman untuk pengembangan teknologi. LINK tidak akan melakukan pendekatan lebih dekat dari jarak saat ini, dan operasi dibatasi untuk meminimalkan risiko terhadap observatorium.
Manfaat data dan prospek operasional
Data yang dikumpulkan dari pengujian ini diharapkan membantu pengembangan teknologi servicing pesawat antariksa. Informasi tersebut akan dipakai untuk menyempurnakan prosedur operasi misi serupa di masa depan, termasuk teknik rendezvous, pengendalian sikap, dan operasi lengan robotik.
Selain aspek teknis, hasil uji coba juga menjadi bahan evaluasi untuk kebijakan keselamatan penerbangan antariksa dan standar operasi ketika bekerja di sekitar aset ilmiah aktif di orbit.
Langkah selanjutnya
Katalyst memperkirakan LINK akan melakukan deorbit dalam waktu dua hingga tiga pekan ke depan. Sebelum itu, tim akan melanjutkan pengujian yang aman dan pengumpulan data sebanyak mungkin.
Hasil akhir uji coba ini akan dijadikan referensi untuk misi servis masa depan serta upaya menjaga umur operasional satelit dan observatorium ilmiah di orbit.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Uji Metode Hadapi Tetesan Air Superdingin di Awan
NASA menguji metode baru di Icing Research Tunnel untuk memahami dan mengatasi bahaya pembentukan es dari te...
HP OmniBook 5 Tantang MacBook Neo di Segmen Laptop Terjangkau
HP OmniBook 5 diluncurkan 5 Oktober 2026 dan menantang MacBook Neo lewat layar OLED, pilihan prosesor, dan k...
Apa Itu Black Hole? Fakta Ilmiah dan Penjelasan NASA
Ringkasan definisi black hole, event horizon, accretion disk, dan cara astronom mengamatinya menurut penjela...
Pemeriksaan Ci Mehong Soroti Bahaya Manipulasi Konten Digital
Pemeriksaan Ci Mehong di Polda Metro menyoroti risiko manipulasi konten digital yang mengubah konteks dan me...
Pakar: Bahaya Autonomous Learning, Redesign Jadi Solusi
Teddy Mantoro memperingatkan bahaya autonomous learning pada AI dan mendorong redesign sistem, termasuk pend...
NASA Uji Cat Khusus Pemetaan Aliran Udara Sayap
NASA uji cat sensitif tekanan pada model sayap di Transonic Dynamics Tunnel untuk memetakan aliran udara dan...