IHSG Dibuka Menguat 0,3% ke 6.639,51, Devisa dan Anggaran Jadi Sentimen
Pada pembukaan perdagangan Selasa, 8 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,3 persen ke level 6.639,51, naik 19,84 poin dari penutupan sebelumnya. Penguatan awal ini datang di tengah perhatian pasar pada kenaikan cadangan devisa dan dinamika penyusunan anggaran negara 2027.
Pembukaan IHSG dan proyeksi pergerakan
IHSG sebelumnya ditutup melemah 0,25 persen pada level 6.619,67. Meski menguat di pembukaan, analis memperkirakan indeks bergerak terbatas hari ini.
"Prakiraannya IHSG akan bergerak sideways cenderung melemah. IHSG akan menguji level 6.550-6.600 pada perdagangan hari ini,"
Pernyataan itu disampaikan oleh Tim Analis Phintraco Sekuritas pada Selasa, 8 September 2026.
Sentimen perdagangan: aksi asing dan sektor kesehatan
Di sisi saham, investor asing tercatat melakukan aksi jual pada beberapa emiten utama pada hari sebelumnya. Saham yang paling banyak dijual asing meliputi:
- TPIA
- CUAN
- ISAT
- KLBF
- BMRI
Sementara itu, sektor kesehatan justru mencatatkan kenaikan sebesar 0,82 persen. Kenaikan ini terkait imbauan penggunaan masker menyusul paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau.
"Penopangnya adalah imbauan untuk memakai masker akibat paparan abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau. Adanya imbauan ini menjadi faktor positif bagi saham sektor kesehatan,"
Cadangan devisa: level tertinggi sejak Maret 2026
Pasar juga memperhatikan data cadangan devisa yang meningkat pada Agustus 2026. Tim analis menilai posisi devisa yang lebih kuat menjadi penyangga terhadap risiko eksternal.
| Bulan | Cadangan Devisa (USD miliar) |
|---|---|
| Juli 2026 | 145,3 |
| Agustus 2026 | 146,5 |
"Posisi cadangan devisa dapat mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan intervensi BI untuk menjaga kestabilan nilai tukar rupiah,"
Tim Phintraco menyatakan kenaikan cadangan devisa Agustus merupakan level tertinggi sejak Maret 2026, didorong oleh peningkatan penerimaan pajak dan jasa serta penarikan utang luar negeri pemerintah.
Agenda fiskal 2027 dan implikasinya
Pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2027 menjadi salah satu fokus pasar. Menteri Keuangan mengungkapkan permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga mencapai sekitar Rp 1.000 triliun, namun ruang fiskal terbatas membuat pemerintah hanya menyetujui tambahan belanja sebesar Rp 9,1 triliun dalam rapat dengan Banggar DPR.
"Pemerintah perlu melakukan efisiensi anggaran. Sehingga defisit anggaran tidak melebihi yang sudah ditetapkan,"
Pembatasan belanja dan kebutuhan efisiensi anggaran dipandang sebagai faktor yang dapat mempengaruhi sentimen pasar jangka menengah.
Secara keseluruhan, pembukaan IHSG yang menguat dipengaruhi oleh kombinasi faktor domestik: aliran modal, kondisi sektor tertentu, cadangan devisa yang membaik, dan kebijakan fiskal yang masih ketat. Pergerakan lanjutan akan bergantung pada realisasi data ekonomi dan keputusan kebijakan selanjutnya.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Kereta Cepat Whoosh Aman Meski Abu Vulkanik Anak Krakatau
Whoosh tetap beroperasi aman setelah erupsi Anak Krakatau; OCC catat OCS dan persinyalan berfungsi normal, p...
BEI Gelar Public Expose Live 2026, Buka Peluang Investasi
BEI menggelar Public Expose Live 2026 (7–11 Sept) secara virtual dengan 45 perusahaan, memberi akses informa...
Erupsi Anak Krakatau Hambat Arus Ekspor-Impor via Soekarno-Hatta
SCI peringatkan erupsi Anak Krakatau dapat menghambat ekspor-impor lewat Soekarno-Hatta; gangguan 8 jam bisa...
Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.640, Tertahan Ketegangan Timur Tengah
Rupiah menguat tipis ke Rp17.640 per USD pada penutupan, namun penguatan tertekan oleh ketegangan AS-Iran da...
OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terkendali di Tengah Risiko Global
OJK menyatakan stabilitas sektor jasa keuangan terjaga meski risiko geopolitik, El Niño, dan perlambatan glo...
Hilirisasi Mineral Kunci Perkuat Kedaulatan Ekonomi Indonesia
Hilirisasi mineral dipandang kunci untuk memperkuat kedaulatan ekonomi; pengelolaan terintegrasi dan peran g...