Kemenkes: Stok Masker Aman Setelah Erupsi Anak Krakatau
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan stok masker di tingkat produsen dan distributor tetap cukup meski terjadi kenaikan harga di beberapa toko setelah erupsi Gunung Anak Krakatau. Pernyataan ini disampaikan di Jakarta, Selasa, 8 September 2026, guna merespons kelangkaan lokal dan kekhawatiran publik tentang paparan abu vulkanik.
Stok, harga, dan imbauan kepada masyarakat
Kemenkes mencatat kenaikan harga di sejumlah penjual eceran, baik offline maupun online, namun pasokan dari produsen dan distributor masih terjaga. Masyarakat diminta membeli masker sesuai kebutuhan dan menghindari panic buying.
“Memang terjadi kenaikan harga di beberapa toko, baik offline maupun online. Namun, stok di tingkat produsen dan distributor masih mencukupi,”
Pemantauan ketersediaan dan harga difokuskan pada wilayah terdampak abu vulkanik Anak Krakatau. Pemerintah daerah dan instansi terkait dilibatkan untuk memastikan distribusi berjalan lancar.
Alternatif masker dan cara penggunaan
Jika masker N95, KN95, KF94, atau setara belum tersedia, Kemenkes menyarankan penggunaan masker medis sebagai alternatif sementara. Penggunaan harus tepat agar tetap memberikan perlindungan optimal terhadap partikel abu vulkanik.
Petunjuk penggunaan yang benar termasuk memastikan masker menutup hidung dan mulut, serta mengganti masker jika basah atau kotor.
Distribusi bantuan ke wilayah terdampak
Kemenkes sudah mendistribusikan bantuan untuk daerah terdampak, khususnya di Lampung. Bantuan tersebut diarahkan ke wilayah yang mengalami dampak paling parah.
- Lebih dari 100 ribu masker N95 dan masker medis ke wilayah terdampak parah di Lampung
- Ribuan kacamata pelindung (goggle)
- Obat-obatan dan alat kesehatan gratis untuk masyarakat di empat wilayah
Pengawasan pelaku usaha dan sanksi
Kemenkes mengimbau pelaku usaha tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan yang memicu kelangkaan. Pemerintah akan melakukan pembinaan dan pengawasan serta menindak pelanggaran sesuai ketentuan.
“Pelaku usaha kami imbau tidak melakukan penimbunan atau pembatasan pasokan yang menyebabkan kelangkaan dan kenaikan harga. Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan, serta memberikan sanksi sesuai tingkat pelanggaran yang ditemukan di lapangan,”
Sanksi bisa berupa tindakan administratif hingga pidana, termasuk peringatan dan pencabutan izin usaha, bergantung pada tingkat pelanggaran yang ditemukan.
Cara melaporkan dugaan penimbunan atau kenaikan harga tidak wajar
Masyarakat yang menemukan indikasi penimbunan atau kenaikan harga masker yang tidak wajar diminta segera melapor. Laporan dapat disampaikan lewat WhatsApp atau melalui aplikasi Mobile Alkes, sehingga dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang.
“Jika menemukan dugaan penimbunan atau kenaikan harga masker tidak wajar, masyarakat dapat segera melaporkannya. Laporan dapat disampaikan melalui WhatsApp atau aplikasi Mobile Alkes untuk segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,”
Kemenkes menegaskan akan terus memantau pasokan dan distribusi masker di daerah terdampak untuk mencegah kelangkaan dan memastikan perlindungan bagi masyarakat dari paparan abu vulkanik.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Menkes: Waspada Abu Anak Krakatau, Jangan Kucek Mata dan Pakai Masker
Menkes mengingatkan tiga dampak kesehatan abu Anak Krakatau: pernapasan, mata, dan kulit; jangan mengucek ma...
KN95 atau N95: Pilih Masker Tepat Hadapi Abu Vulkanik
Menkes minta masyarakat gunakan KN95 atau N95 saat terpapar abu Anak Krakatau; jika tidak ada, tutup hidung...
Menkes Imbau 3 Langkah Lindungi Diri dari Abu Anak Krakatau
Menkes imbau warga kurangi aktivitas luar saat abu Anak Krakatau menyebar dan ikuti tiga langkah: lindungi p...
Dua Bulan di Garis Api: Manggala Agni Bertahan di Kalbar
Personel Manggala Agni di Kalbar bertahan lebih dari dua bulan memadamkan karhutla, menghadapi asap, panas,...
Imbauan dr. Tirta Hadapi Abu Vulkanik Anak Krakatau
dr. Tirta imbau pakai masker, hindari menyapu, dan cuci wajah saat terpapar abu vulkanik Anak Krakatau.
Asupan DHA Anak Masih Jadi Tantangan, Minuman Cokelat Berfortifikasi
Studi 2016 menemukan 8 dari 10 anak 4-12 tahun kekurangan DHA; minuman cokelat berfortifikasi diluncurkan un...