Waspadai 3 Gangguan yang Ganggu Konsentrasi Pengendara Motor
Pengendara motor kerap melakukan aktivitas lain saat berkendara, seperti melihat ponsel atau merokok. Kebiasaan itu berlangsung setiap hari di jalan raya dan berisiko mengurangi kemampuan antisipasi. Ludhy Kusuma, Safety Riding Development Section Head PT Daya Adicipta Motora, mengingatkan bahwa fokus adalah kunci keselamatan berkendara. Gangguan visual, manual, dan kognitif bisa membuat respons terhadap bahaya menjadi tidak optimal.
Jenis gangguan selama berkendara
Ada tiga bentuk gangguan yang sering terjadi pada pengendara motor. Masing-masing memengaruhi aspek berbeda dari kemampuan mengemudi.
- Gangguan visual: pandangan lepas dari jalan, misalnya saat melihat notifikasi ponsel atau mencari barang, sehingga informasi penting di depan bisa terlewat.
- Gangguan manual: tangan tidak sepenuhnya mengendalikan motor, misalnya memegang telepon, makanan, atau minuman, sehingga pengereman dan manuver menjadi kurang optimal.
- Gangguan kognitif: pikiran tidak fokus pada berkendara, akibat beban pekerjaan, emosi, atau kelelahan, sehingga tingkat kewaspadaan menurun.
Mengapa fokus sangat penting
Berkendara motor memerlukan koordinasi antara penglihatan, tangan, dan pikiran. Kondisi lalu lintas yang dinamis menuntut keputusan cepat saat situasi berubah mendadak. Jika salah satu aspek terganggu, kemampuan mengantisipasi bahaya menurun drastis.
"Ketika berkendara, kita membutuhkan konsentrasi penuh untuk mengendalikan sepeda motor sekaligus membaca kondisi di sekitar. Aktivitas lain yang dilakukan saat motor masih berjalan dapat mengalihkan perhatian, sehingga respons terhadap potensi bahaya bisa menjadi tidak optimal. Karena itu, biasakan untuk menjadikan berkendara sebagai fokus utama selama perjalanan dan selalu #Cari_Aman," ujar Ludhy.
Dampak dan anjuran singkat
Gangguan saat berkendara tidak hanya meningkatkan peluang kecelakaan, tetapi juga mengurangi kemampuan pengendalian saat situasi darurat. Menjadikan berkendara sebagai fokus utama adalah langkah penting yang ditekankan oleh praktisi keselamatan.
Pesan ini relevan bagi semua pengendara, dari perjalanan ke kantor hingga antar anak ke sekolah. Konsentrasi penuh di jalan membantu mengurangi risiko dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan lain.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Jakarta Naik ke Peringkat 15 Dunia dalam Indeks Transportasi Umum 2026
Jakarta naik ke peringkat 15 dunia dalam survei transportasi umum Time Out 2026 dengan skor 79,2%, didorong...
Telkomsel Dukung Perempuan Berlari Vol.3 dengan Paket Rp55.000
Telkomsel dan FITA hadirkan Paket Combo Fit Rp55.000 untuk 1.000 peserta Perempuan Berlari Vol.3, termasuk 5...
Hijaberies Luncurkan Motion Series, Busana Olahraga Modest
Hijaberies meluncurkan Motion Series, koleksi busana olahraga modest yang kombinasi fungsi dan kenyamanan un...
Masjid Terapung An-Nur Diresmikan di Ancol, Tampung 900 Jemaah
Gubernur Pramono Anung meresmikan Masjid Terapung An-Nur di Ancol; bangunan 2.241 m² menampung hingga 900 je...
Playlist Rewind 2026: Festival Musik Nostalgia Hadir Lagi di Bandung
Playlist Rewind 2026 kembali ke Bandung dengan promotor Playmaker, menampilkan Peterpan, Raisa, Burgerkill,...
Jakarta Rampungkan Revitalisasi 16 Gedung Sekolah, 3 Masih Berjalan
Pemprov DKI rampungkan revitalisasi 16 dari 19 gedung sekolah program 2025 dengan anggaran Rp876,79 miliar;...