Ekonomi

Erupsi Anak Krakatau Hambat Arus Ekspor-Impor via Soekarno-Hatta

Bagikan:
Awan abu vulkanik Anak Krakatau yang mengganggu penerbangan dan kargo

Supply Chain Indonesia (SCI)

Dampak ekonomi dalam angka

SCI mengingatkan peran Bandara Soekarno-Hatta sebagai pintu utama pengiriman barang bernilai tinggi. Pada 2025, nilai ekspor nonmigas melalui bandara tersebut sebesar USD 9,90 miliar dan impor mencapai USD 20,77 miliar. Secara bruto, arus perdagangan lewat Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai USD 30,67 miliar per tahun, atau rata-rata USD 84,03 juta per hari.

Skenario keterlambatan: 8 jam dan 48 jam

SCI memaparkan perkiraan dampak jika gangguan penerbangan berlangsung beberapa jam. Perhitungan ini hanya mencakup perdagangan internasional lewat Soekarno-Hatta dan bukan estimasi kerugian langsung.

Skenario Total (USD) Ekspor (USD) Impor (USD) Impor terdampak (ton)
Gangguan 8 jam ~ USD 28 juta USD 9,04 juta USD 18,97 juta 160 ton
Gangguan 48 jam ~ USD 168 juta USD 54,23 juta USD 113,83 juta 960 ton

Rekomendasi penanganan cepat

SCI merekomendasikan langkah darurat lintas pihak untuk meminimalkan penumpukan kargo dan dampak pada produksi serta perdagangan. Koordinasi harus melibatkan pengelola bandara, maskapai, freight forwarder, Bea dan Cukai, karantina, serta pemilik barang.

  • Prioritaskan pemantauan sebaran abu secara real-time dan percepatan proses dokumen.
  • Alihkan kargo ke bandara alternatif bila memungkinkan.
  • Berikan prioritas pada barang mudah rusak, produk farmasi, komponen produksi kritis, elektronik bernilai tinggi, dan kiriman ekspres.
  • Alihkan pengiriman domestik ke moda darat, kereta api, laut, atau jaringan multimoda.

"Penutupan ruang udara, pembatalan atau pengalihan penerbangan dan perubahan jadwal, dapat menyebabkan penumpukan kargo. Sehingga dapat berdampak pada kegiatan produksi dan perdagangan,"
— Setijadi, CEO Supply Chain Indonesia

Antisipasi jangka panjang dan kebijakan

Selain langkah cepat, SCI mendorong pelaku usaha menyiapkan mitigasi jangka panjang. Importir disarankan menyesuaikan persediaan pengaman untuk bahan baku kritis. Eksportir dianjurkan menyiapkan gudang alternatif dan fasilitas rantai dingin untuk menjaga kontinuitas pengiriman.

Pemerintah diminta menyusun protokol logistik kebencanaan lintas-instansi agar gangguan penerbangan akibat erupsi tidak meluas menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih besar.

"Sehingga gangguan penerbangan akibat erupsi gunung tidak berkembang menjadi gangguan rantai pasok dan produksi yang lebih luas,"
— Setijadi

SCI menekankan bahwa kerugian aktual akan bergantung pada skala pembatalan penerbangan, karakteristik komoditas, dan kecepatan pemulihan operasi bandara.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait