Olahraga

Erupsi Anak Krakatau Ubah Rute, Kontingen Indonesia Tetap ke Jepang

Bagikan:
Kontingen Indonesia bersiap berangkat lewat rute alternatif setelah erupsi Anak Krakatau

Kontingen Tim Indonesia tetap melanjutkan perjalanan ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026 meski rute berubah akibat erupsi Anak Krakatau. Perubahan terjadi sejak 7 September 2026 setelah penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta, namun atlet dan ofisial dipastikan berangkat sesuai jadwal melalui rute alternatif.

Perubahan rute dan respons CdM

Sekitar 32 anggota rombongan terdampak perubahan, termasuk atlet basket, anggar, dan sejumlah staf CdM. Semula rombongan dijadwalkan terbang dari Soekarno-Hatta ke Singapura lalu melanjutkan ke Nagoya.

Penutupan sementara akibat abu vulkanik memaksa Chief de Mission Tim Indonesia, Todotua Pasaribu, bergerak cepat menyiapkan skema alternatif. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan dan maskapai internasional agar perjalanan tetap lancar.

"Kami dari CdM langsung melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,"

Bandara alternatif dan jadwal penerbangan

Berdasarkan NOTAM AirNav Indonesia, sejumlah penerbangan internasional dari Soekarno-Hatta mengalami pembatasan hingga 11 September. Tim CdM menyiapkan beberapa bandara alternatif seperti Semarang, Kulon Progo (Yogyakarta), dan Surabaya.

Untuk rombongan terdampak, keputusan diarahkan agar mereka terbang ke Surabaya terlebih dahulu, lalu melanjutkan penerbangan ke Singapura dan Nagoya. Skema ini diterapkan guna meminimalkan keterlambatan dan menjaga jadwal latihan tim di Jepang.

Dampak pada cabang olahraga dan mitigasi

Salah satu yang terdampak adalah tim anggar, yang diberangkatkan melalui Surabaya menuju Singapura dan Tokyo. Setibanya di Jepang, tim anggar akan menjalani training camp di Tokyo sebelum kembali fokus pada persiapan Asian Games.

Todotua menegaskan langkah mitigasi terus dilaksanakan bersama manajer tim dan pengurus cabang olahraga. Tujuan utamanya menjaga konsentrasi atlet dan memastikan kebutuhan nonteknis terpenuhi selama perjalanan.

"Kami akan terus monitor dalam beberapa hari ke depan. Tugas kami adalah memastikan seluruh kebutuhan nonteknis bisa diantisipasi,"

Prospek ke depan

Dengan skema alternatif yang telah disiapkan, perjalanan Kontingen Tim Indonesia ke Jepang tetap berjalan meski kondisi erupsi berpotensi berubah. Tim CdM berharap aktivitas vulkanik menurun sehingga Bandara Soekarno-Hatta dapat kembali melayani penerbangan internasional.

Pemantauan kondisi dan koordinasi dengan otoritas transportasi udara akan berlanjut hingga situasi dinyatakan aman, agar seluruh kontingen tiba di tujuan tanpa mengganggu persiapan pertandingan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait