Gen Z Ajak Hidupkan Budaya Membaca, Pelajar Dukung Wajib Baca
Natasha Shinta, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 10 Jakarta, mendukung inisiatif pemerintah menggalakkan kembali budaya membaca bagi pelajar. Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Perpustakaan Nasional, Gambir, Jakarta, Minggu, 9 Agustus 2026. Natasha mengatakan membaca penting untuk menambah pengetahuan dan persiapan akademik.
Dukungan pelajar terhadap program wajib membaca
Natasha menyatakan ia biasanya meluangkan sekitar dua jam setiap hari untuk membaca, terutama menjelang Tes Kemampuan Akademik (TKA). Meskipun jarang mengunjungi perpustakaan, ia memilih belajar dan membaca di rumah.
"Iya mendukung, saya bisa membaca 2 jam per hari. Lebih banyak membaca buku materi pelajaran, mengulas pelajaran,"
Kebiasaan belajar dan teknik mengingat materi
Selain membaca, Natasha menuturkan ia rutin merangkum materi pelajaran dengan menulis kembali ke buku. Teknik ini menurutnya memudahkan mengingat dan memahami pelajaran yang diberikan guru.
Namun ia juga mengakui lebih menyukai penjelasan langsung dari guru sebelum merangkum. Untuk mendorong minat baca, Natasha memberi saran praktis bagi generasi muda.
- Baca buku yang paling disukai untuk memulai kebiasaan.
- Mulai perlahan agar materi mudah terserap.
- Rangkum atau tulis ulang poin penting untuk membantu ingatan.
"Kita mencari buku, yang menurut kita asyik untuk dibaca. Perlahan saja membaca agar materi masuk ke otak,"
Kekhawatiran terhadap ketergantungan AI
Natasha mengingatkan adanya risiko generasi muda menjadi terlalu bergantung pada artificial intelligence (AI) untuk mencari informasi. Menurutnya, kemudahan akses lewat AI bisa membuat siswa malas membaca dan menggali pengetahuan secara mendalam.
"AI bagus tapi tidak boleh mengandalkan AI, literasi penting ketimbang hasil,"
Seruan pemerintah untuk kembali gemar membaca
Pemerintah telah mendorong gerakan wajib membaca bagi kalangan pelajar. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan kebiasaan membaca harus dibiasakan sejak keluarga dan sekolah.
"Mari kita kembali membiasakan diri sebanyak-banyaknya membaca buku. Itu juga mulai kita galakan lagi, mulai kita giatkan lagi, gemar membaca buku dan wajib membaca buku bagi kita semua,"
Menteri Prasetyo menambahkan bahwa buku adalah sumber ilmu, sehingga koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus berjalan untuk memperkuat program literasi ini.
Panjang langkah ke depan adalah menjembatani kebiasaan membaca di rumah dan sekolah dengan pemanfaatan teknologi secara seimbang, agar generasi muda tidak hanya cepat mendapat informasi tetapi juga memiliki kedalaman literasi akademik.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...