Rupiah Menguat Dibuka, Risiko Tekanan dari Kenaikan Harga Minyak
Rupiah dibuka menguat terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, namun masih menghadapi risiko pelemahan akibat lonjakan harga minyak global dan ketegangan geopolitik.
Pembukaan pasar dan angka penting
Pada pembukaan hari ini, nilai tukar rupiah naik sekitar 0,31 persen atau 56 poin, berada di level Rp17.910 per dolar AS. Sebelumnya, pada penutupan Kamis rupiah tercatat melemah 0,40 persen ke Rp17.966 per dolar AS.
Tekanan dari kenaikan harga minyak
Meski menguat di awal sesi, tekanan eksternal membuat rupiah berisiko berbalik melemah. Analis pasar dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menyebutkan bahwa kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor utama tekanan itu.
Rupiah diperkirakan masih tertekan terhadap dolar AS seiring kenaikan kembali harga minyak mentah dunia,
Menurut Lukman, eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah juga memperburuk sentimen pasar. Pengerahan kapal induk oleh Amerika Serikat ke kawasan tersebut dianggap sebagai sinyal potensi peningkatan operasi militer, yang berimbas pada harga energi.
Pergerakan harga minyak global
Harga minyak mentah dunia tercatat naik lebih dari 4 persen hari ini. Level harga yang dilaporkan bergerak sebagai berikut:
- Minyak Brent: sekitar USD102,31–USD102,60 per barel
- Minyak WTI: sekitar USD92,87–USD93,24 per barel
Kenaikan ini juga dipengaruhi keputusan beberapa kilang di Tiongkok yang menangguhkan sementara ekspor produk olahan minyak. Langkah tersebut mengurangi pasokan produk dan mendongkrak harga di pasar internasional.
Proyeksi pergerakan rupiah hari ini
Pasar memperkirakan rupiah akan bergerak dalam kisaran Rp17.900–Rp18.000 per dolar AS pada hari ini. Sementara itu, indeks dolar AS dipantau berada di level sekitar 102,8–102,11, yang turut memengaruhi tekanan terhadap mata uang emerging market seperti rupiah.
Investor dan pelaku pasar kini cenderung memantau perkembangan geopolitik dan dinamika pasokan minyak global sebagai penentu arah rupiah dalam beberapa hari mendatang. Pergerakan dolar AS serta data ekonomi dalam negeri juga tetap menjadi faktor penentu sentimen pasar.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
IHSG Melemah 0,83% ke 6.020 pada Sesi I (1 Okt 2026)
IHSG turun 0,83% ke 6.020,69 pada sesi I (1 Okt 2026), terdorong volatilitas global dan penyesuaian portofol...
Rupiah Kembali Melemah, Analis Waspadai Risiko Tembus Rp18.000
Rupiah melemah ke Rp17.919 per dolar AS pada pembukaan 1 Okt 2026; analis sebut rentan tembus Rp18.000 jika...
IHSG Diprakirakan Konsolidasi Menjelang Data Inflasi 1 Okt 2026
Pelaku pasar menunggu data inflasi BPS (1 Okt 2026); IHSG diperkirakan konsolidasi di kisaran 6.000-6.200 se...
Rupiah Menguat ke Rp17.894 Didukung Komitmen BI dan Harapan AS-Iran
Rupiah ditutup menguat 0,48% ke Rp17.894 per dolar AS, didorong pernyataan BI soal instrumen stabilisasi dan...
Nilai Tukar Rupiah Menguat, Tinggalkan Level Rp18.000
Rupiah menguat 0,35% ke Rp17.918 per USD setelah sempat menyentuh Rp18.000; penguatan didukung turunnya harg...
Harga Emas Galeri24 dan UBS Naik, Update 30 September 2026
Harga emas Galeri24 naik Rp21.000/gram dan UBS naik Rp22.000/gram per 30 September 2026; cek daftar harga le...