Ekonomi

Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar

Bagikan:

Ekspor industri pengolahan Indonesia mencapai USD159,55 miliar (sekitar Rp2.855,48 triliun) sepanjang Januari–Agustus 2026, menyumbang 82,40% dari total ekspor nasional dan tumbuh 7,87% secara kumulatif.

Rekap kinerja ekspor Januari–Agustus 2026

Secara agregat, nilai ekspor Indonesia pada periode tersebut mencapai USD193,64 miliar (Rp3.465,29 triliun), naik 4,74% year-on-year. Ekspor nonmigas tumbuh 5,48% menjadi USD185,63 miliar (Rp3.322,41 triliun), sementara ekspor migas terkontraksi 9,98% menjadi USD8,01 miliar (Rp143,36 triliun).

Peran hilirisasi menurut pemerintah

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai proses hilirisasi menjadi pendorong utama naiknya nilai ekspor industri pengolahan. Menurutnya, struktur industri yang semakin hilir mendorong peningkatan nilai tambah dan volume ekspor.

"Keberhasilan hilirisasi industri kini terbukti menjadi penopang utama dan motor pertumbuhan ekspor nasional. Dengan kontribusi yang mencapai 82,40 persen dari pangsa ekspor dan nilai ekspor yang menembus USD159,55 miliar pada Januari-Agustus 2026," ujar Budi di Jakarta, Selasa, 6 Oktober 2026.

Komoditas penggerak pertumbuhan

Sejumlah komoditas industri pengolahan mencatat lonjakan ekspor yang signifikan sepanjang Januari–Agustus 2026. Perinciannya sebagai berikut:

  • Aluminium dan barang turunannya: +102,25%
  • Nikel dan barang turunannya: +50,12%
  • Tembaga dan barang turunannya: +47,13%

Performa ekspor Agustus 2026

Pada Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia tercatat USD26,61 miliar (Rp476,27 triliun). Angka ini naik 1,51% dibandingkan Juli 2026 dan 6,72% dibandingkan Agustus 2025. Ekspor nonmigas tumbuh 0,75% month-to-month, sedangkan ekspor migas meningkat 25,98% dibandingkan Juli.

"Capaian ekspor Indonesia sebesar USD26,61 miliar pada Agustus 2026 membuktikan ketangguhan perdagangan luar negeri kita. Di tengah dinamika ekonomi global, produk-produk ekspor Indonesia tetap kompetitif dan mencatatkan tren pertumbuhan yang positif," kata Budi.

Negara tujuan utama

Dari segi pasar, Tiongkok menjadi tujuan terbesar ekspor nonmigas Indonesia sepanjang Januari–Agustus 2026 dengan nilai USD47,44 miliar (Rp849,08 triliun) atau 25,55% dari total nonmigas. Negara tujuan lain yang menonjol adalah:

  • Amerika Serikat: USD22,41 miliar (12,07%)
  • India: USD12,77 miliar (6,88%)

Data ini menunjukkan penguatan pasar ekspor di kawasan Asia dan Amerika, seiring pergeseran komposisi barang ekspor ke produk olahan bernilai tambah lebih tinggi.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait