OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Perbankan Indonesia (RP3I) 2026–2030 pada Jumat, 2 Oktober 2026, di Kabupaten Badung, Bali. Dokumen ini menempatkan lima prioritas strategis untuk memperkuat ketahanan, digitalisasi, pendalaman pasar, dan intermediasi perbankan. Tujuannya untuk memberi arahan kebijakan dan program industri perbankan selama lima tahun ke depan.
Lima prioritas strategis
RP3I 2026–2030 merumuskan lima fokus utama sebagai kerangka pengembangan industri perbankan. Kelima prioritas itu ditujukan untuk menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, dan tuntutan keberlanjutan.
- Penguatan kelembagaan dan integritas
- Modernisasi teknologi dan ketahanan digital
- Pendalaman pasar keuangan melalui perluasan produk dan aktivitas seperti structured product, open banking, dan open finance
- Keuangan berkelanjutan untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau
- Adopsi universal banking dan perizinan terintegrasi
Empat fondasi pelaksana (enablers)
OJK menegaskan bahwa pelaksanaan prioritas tersebut didukung oleh empat enabler. Keempat fondasi ini menjadi basis implementasi kebijakan dan program perbankan.
- Ekosistem ekonomi dan investasi yang kondusif
- Data, teknologi, dan infrastruktur digital
- Pengembangan human capital
- Koordinasi lintas sektor dan lintas otoritas
"Kelima prioritas strategis tersebut didukung oleh empat enablers yang menjadi fondasi pelaksanaannya. Empat fondasi tersebut mencakup ekosistem ekonomi dan investasi yang kondusif, data, teknologi dan infrastruktur digital, human capital, serta koordinasi lintas sektor dan lintas otoritas,"
pernyataan Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, saat peluncuran roadmap.
Kinerja perbankan saat ini
OJK menyebut kondisi industri perbankan nasional masih solid hingga Agustus 2026. Beberapa indikator utama menunjukkan pertumbuhan penyaluran kredit, likuiditas, dan permodalan yang kuat.
| Indikator | Angka |
|---|---|
| Pertumbuhan kredit (YoY) | 13,65% |
| Dana pihak ketiga (DPK) | 10,94% |
| Rasio kecukupan modal (CAR) | 24,1% |
| NPL gross | 2,9% |
“Untuk itu kita harus membangun perbankan yang resilien dengan modal dan likuiditas dan manajemen risiko yang kuat. Kemudian juga harus inovatif, melalui pemanfaatan teknologi dan memberikan nilai tambah, produktif dalam menyalurkan pembiayaan bagi ekonomi produktif, dan juga inklusif, dengan terus memperhatikan pelindungan konsumen,”
kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi.
Dampak kebijakan dan target ke depan
Dengan kerangka RP3I, OJK menargetkan industri perbankan yang lebih adaptif dan resilient. Roadmap juga mendorong perbankan memperkuat tata kelola, manajemen risiko, serta daya tahan siber untuk menghadapi model bisnis baru.
Selain itu, RP3I menempatkan keuangan berkelanjutan sebagai pilar utama untuk memperkuat kontribusi perbankan terhadap transisi hijau. Salah satu indikator keberhasilan yang diharapkan adalah tercapainya pertumbuhan penyaluran kredit dua digit dalam lima tahun mendatang.
Implementasi roadmap akan dipantau melalui kebijakan terarah dan koordinasi antar-otoritas, sehingga perubahan strategis dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret bagi perbankan dan pemangku kepentingan.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...
Buyer Spanyol Tertarik Limbah Jaring Ikan untuk Pelet Nilon 6
Calon buyer Spanyol menjajaki limbah jaring ikan untuk diolah jadi pelet nilon 6; Atase Perdagangan RI Madri...