Nasional

Basarnas Alihkan Pencarian Jurnalis ke Operasi SAR Rutin

Bagikan:
Tim SAR melakukan pencarian di perairan dekat Pulau Enggano

Basarnas memastikan pencarian lima jurnalis dan dua kru kapal yang hilang di perairan Selat Sunda belum dihentikan. Pada 30 September 2026, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyatakan operasi gabungan dialihkan menjadi operasi SAR rutin, tetapi upaya mencari korban tetap berlangsung 24 jam sesuai wilayah kerja masing-masing kantor SAR.

Peralihan pola operasi dan alasan

Keputusan mengubah pola operasi diambil setelah evaluasi efektivitas operasi gabungan yang sebelumnya melibatkan beberapa unsur SAR. Menurut Syafii, perubahan status bukan penghentian pencarian, melainkan penyesuaian metode kerja agar lebih efisien.

"Nah, pada saat sudah hasil rapat terus diputuskan bahwa operasi bukan ditutup. Tapi dialihkan ke operasi rutin," — Mohammad Syafii.

Dalam operasi gabungan sebelumnya, Kantor SAR Banten dan SAR Lampung bekerja bersama di bawah kendali Search Mission Coordinator (SMC). Kepala Kantor SAR Banten pernah ditunjuk sebagai koordinator pelaksana pencarian saat itu.

Penemuan jenazah dan fokus pencarian di Enggano

Tim SAR menemukan jenazah salah satu kru KM Arupadatu di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026. Identifikasi kemudian memastikan jenazah tersebut adalah Surakman (60) pada 23 September 2026.

Setelah temuan itu, Kantor SAR Bengkulu memusatkan upaya pencarian di sekitar Pulau Enggano. Pencarian melibatkan berbagai pihak untuk memperluas pemantauan di pesisir dan perairan setempat.

  • Kantor SAR Bengkulu
  • Kantor SAR Banten
  • Kantor SAR Lampung
  • TNI dan Polri
  • Warga pesisir setempat

Pelaksanaan operasi rutin dan pemantauan

Syafii menegaskan bahwa setelah operasi gabungan berakhir, tanggung jawab pencarian dikembalikan ke masing-masing kantor SAR sesuai wilayah kerja. Setiap kantor diminta menjalankan operasi 24 jam untuk terus memantau kemungkinan adanya korban atau tanda-tanda keberadaan lainnya.

Hingga 29 September 2026 belum ada perkembangan baru terkait keberadaan lima jurnalis dan dua kru yang hilang. Basarnas menyatakan pemantauan dan pencarian tetap berjalan melalui pola operasi rutin oleh kantor-kantor SAR terkait.

Implikasi dan langkah ke depan

Peralihan ke operasi rutin berarti sumber daya dialokasikan berdasarkan wilayah kerja dan prioritas lokal. Masyarakat pesisir diminta tetap aktif memberikan informasi bila menemukan indikasi keberadaan korban. Basarnas juga akan melanjutkan koordinasi antar kantor SAR untuk memastikan tidak ada celah pemantauan di perairan terkait.

Upaya pencarian yang bersifat terus-menerus diharapkan menjaga peluang menemukan korban sekaligus mempercepat respons jika muncul informasi baru.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait