HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
TNI diminta mempercepat modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan prajurit untuk menghadapi ancaman perang modern yang dinamis. Pernyataan itu disampaikan anggota DPR terkait kesiapan anggaran 2027 dan kebutuhan teknologi pertahanan, Senin, 5 Oktober 2026.
Dukungan DPR dan postur anggaran 2027
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan parlemen mendukung langkah modernisasi. Menurutnya, komposisi rancangan anggaran 2027 untuk Kementerian Pertahanan dinilai memiliki postur yang ideal untuk memperkuat kemampuan TNI.
Dia menekankan bahwa pengadaan alat pertahanan generasi baru membutuhkan biaya operasional besar. Pemerintah juga disebut telah menetapkan alokasi khusus untuk jaminan peningkatan kesejahteraan prajurit sebagai bagian dari program modernisasi.
Tentu seiring dengan perkembangan teknologi hari ini, mau tidak mau kita harus beradaptasi. Pemerintah juga memiliki keinginan kuat untuk memodernisasi alutsista TNI.
— Lalu Hadrian, Wakil Ketua Komisi X DPR RI (5 Oktober 2026)
Perubahan karakter peperangan
Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjajaran, Muradi, menyoroti pergeseran mendasar cara berperang. Ia menyebut ancaman tidak lagi hanya datang dari front tradisional, melainkan melalui perang proksi dan serangan siber yang bisa merusak ketahanan nasional.
Hari ini perang tidak ditentukan di perbatasan antar negara. Serangan modern kini dapat menyasar masyarakat melalui berbagai bentuk ancaman.
— Muradi, Universitas Padjajaran
Kebutuhan pelatihan dan penguasaan teknologi
Sumber daya manusia TNI harus ditingkatkan untuk mengoperasikan sistem persenjataan berbasis teknologi canggih. Pelatihan tempur berkala disebut penting agar prajurit menguasai alutsista modern sekaligus menjaga kesiapan operasional.
Lalu menambahkan bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan memperkuat kebutuhan akan kemampuan teknologi yang andal. Dengan penguasaan teknologi, TNI diharapkan mampu menghadapi berbagai ancaman lintas domain.
Dampak dan prospek
Modernisasi alutsista dan peningkatan kesejahteraan prajurit dinilai krusial untuk menjaga kedaulatan wilayah. Komitmen anggaran dan program pelatihan akan menentukan kecepatan transformasi TNI menuju kekuatan pertahanan yang lebih modern dan tangguh.
Ke depan, efektivitas alokasi anggaran 2027 dan implementasi pelatihan teknologi menjadi indikator utama apakah TNI dapat menutup celah ancaman non-tradisional seperti serangan siber dan operasi proksi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...
Menkomdigi Tekankan Kolaborasi untuk Pemberantasan Judol
Menkomdigi Meutya Hafid minta seluruh pihak bersinergi atasi konten judol; sebut 4,1 juta konten ditangani,...