Menkomdigi Tekankan Kolaborasi untuk Pemberantasan Judol
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan pemberantasan judol harus dilakukan bersama seluruh pihak saat Peluncuran Sayembara GEBUK JUDOL Ronde 3 dan talkshow 'Cerdas Berteknologi' di Jakarta, Minggu, 4 Oktober 2026. Ia menyatakan kolaborasi diperlukan agar upaya penindakan efektif dan berkelanjutan.
Data penanganan konten
Meutya menjelaskan bahwa hingga kini, pemerintah melalui Kemkomdigi telah menangani 4,1 juta konten perjudian di ruang digital. Dari jumlah tersebut, sekitar 3,6 juta berupa situs dan alamat IP.
Dia menambahkan bahwa alamat IP tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri. Kondisi ini menunjukkan skala masalah yang luas dan memerlukan pendekatan lintas batas.
Karakter transnasional dan tantangan
Pola distribusi alamat IP menunjukkan bahwa aktivitas judol bukan sekadar pelanggaran lokal. Menkomdigi menyebutnya memiliki karakter kejahatan transnasional, sehingga upaya pemutusan akses berulang kali belum cukup menuntaskan masalah.
"Ketika kita lakukan intervensi, kita lakukan pemutusan akses muncul lagi, kita lakukan lagi muncul lagi. Kita memang harus berjibaku bersama-sama untuk menurunkan angka ini,"
Pengulangan kemunculan situs dan alamat IP memaksa pemerintah mengintensifkan strategi koordinasi dan penanganan di berbagai level.
Upaya kolaboratif dan penegakan hukum
Meutya menegaskan bahwa pemberantasan tidak hanya tugas Kemkomdigi. Pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum dan pihak terkait untuk menindak bukan hanya konten, tetapi juga pelaku di baliknya.
"Tidak cuma Kemkomdigi saja. Ada juga para penegak hukum yang tentu harus juga melakukan penegakan hukum yang membuat efek jerat kepada para bandar. Karena kalau tidak dijerat, ya nanti situsnya dibuat lagi dan dibuat lagi,"
Langkah kolaboratif ini bertujuan menciptakan efek jera sehingga upaya pemblokiran tidak sia-sia.
Implikasi dan langkah ke depan
Dengan data yang signifikan dan bukti keterlibatan alamat IP luar negeri, pemerintah berencana memperkuat koordinasi lintas institusi. Fokusnya meliputi penindakan teknis, penegakan hukum, dan pencegahan melalui edukasi.
Upaya bersama diharapkan menurunkan peredaran judol secara signifikan dan menutup celah yang dimanfaatkan bandar untuk terus beroperasi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...