Nasional

Menko Pangan Tawarkan Insentif Karbon untuk Investor Hijau

Bagikan:
Menko Pangan Zulkifli Hasan membahas insentif pasar karbon pada forum bisnis NY Climate Week 2026

Menko Pangan Zulkifli Hasan menawarkan insentif pasar karbon untuk menarik investasi hijau ke Indonesia. Pernyataan disampaikan pada forum bisnis tentang pertanian berkelanjutan, di sela Sidang Majelis Umum PBB ke-81 dan New York Climate Week, Rabu 23 September 2026. Tujuannya mendorong proyek yang menurunkan emisi sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Tawaran insentif dan mekanisme pasar karbon

Zulkifli memaparkan bahwa insentif pasar karbon bisa memberi nilai tambah bagi investor yang mendukung proyek penurunan emisi. Pemerintah berencana menyederhanakan aturan dan tata kelola agar perdagangan karbon berjalan kredibel dan transparan. Sebagai Ketua Komite Pengarah Nilai Ekonomi Karbon (NEK), ia menekankan pentingnya kerangka yang mengaitkan pengurangan emisi dengan nilai ekonomi nyata.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga disebut telah memperbarui aturan perdagangan karbon melalui bursa. Aturan baru mencakup ketentuan pencatatan unit karbon dalam Sistem Registri Unit Karbon (SRUK), yang diharapkan memperkuat akuntabilitas transaksi karbon.

Peluang investasi: pangan, persampahan, dan kelautan

Di forum itu Zulkifli memaparkan tiga sektor prioritas untuk investasi hijau. Ketiga sektor menawarkan kombinasi penurunan emisi dan manfaat sosial-ekonomi.

  • Sektor pangan: Pengembangan budidaya padi rendah emisi untuk memperkuat ketahanan pangan. Proyek ini membutuhkan teknologi, pembiayaan, kepastian pasar, dan insentif bagi petani.
  • Sektor persampahan: Fasilitas pengolahan sampah yang menghasilkan energi dan nilai ekonomi, untuk mengurangi beban tempat pembuangan akhir.
  • Sektor kelautan: Pemanfaatan sumber daya laut secara berkelanjutan, termasuk pengembangan blue carbon, yang diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

"Indonesia menghadapi kedaruratan sampah yang harus segera diatasi, salah satunya melalui waste to energy. Oleh karenanya Pemerintah Indonesia mendorong investasi hijau sektor sampah sebagai prioritas," ucap Zulkifli.

Agenda keberlanjutan dan ajakan ke pelaku usaha global

Zulkifli juga memaparkan transformasi sistem pangan Indonesia dan agenda keberlanjutannya. Pemerintah mengajak pelaku usaha global menjajaki proyek yang menghubungkan ketahanan pangan, penurunan emisi, dan pembiayaan iklim.

Ajakan ini menyoroti peluang kerja sama yang memberi manfaat nyata bagi petani, nelayan, dan masyarakat pesisir. Dengan kerangka perdagangan karbon yang lebih kuat, proyek hijau diharapkan lebih mudah menarik pendanaan dan investasi jangka panjang.

Ke depan, keberhasilan program ini bergantung pada sinergi antara kebijakan, pembiayaan, dan keterlibatan sektor swasta. Jika dijalankan konsisten, insentif pasar karbon berpotensi mempercepat transisi menuju ekonomi rendah emisi dan meningkatkan kesejahteraan komunitas lokal.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait