IHSG Dibuka Menguat ke 6.652, Analis Prediksi Pelemahan Terbatas
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Senin, 7 September 2026, berada di level 6.652,09, naik sekitar 16 poin dari penutupan Jumat lalu. Pergerakan ini terjadi setelah IHSG menutup pelemahan pada akhir pekan sebelumnya.
Pembukaan dan kondisi awal pasar
Pembukaan positif pada awal pekan ini datang meski indeks menutup pekan lalu melemah 0,47% ke level 6.636. Pelemahan akhir pekan disertai aksi jual bersih investor asing senilai sekitar Rp317,01 miliar.
Aksi investor asing
Beberapa saham menjadi sasaran penjualan investor asing. Saham-saham yang tercatat mendapat aliran jual antara lain:
- DSSA
- ASII
- BBCA
- ANTM
- ISAT
Proyeksi teknikal dari Pilarmas
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi mengalami pelemahan terbatas pada perdagangan hari ini. Secara teknikal, level yang diperhatikan adalah support dan resistance berikut:
- Support: 6.600
- Resistance: 6.710
"Berdasarkan analisa teknikal, IHSG hari berpotensi melemah terbatas. IHSG akan bergerak di level support 6.600 untuk level resistansi 6.710," kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas.
Data ekonomi yang menjadi perhatian
Pelaku pasar domestik akan mencermati serangkaian data yang dirilis Bank Indonesia dan pihak terkait sepanjang pekan ini. Jadwal utama yang akan memengaruhi sentimen antara lain:
- Senin: rilis data cadangan devisa Bank Indonesia
- Rabu: rilis indeks keyakinan konsumen
Selain itu, pasar global juga menantikan sejumlah data penting dari Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi aliran modal dan ekspektasi suku bunga.
Faktor global dan prospek inflasi AS
Investor akan memantau data PPI (Producer Price Index) Amerika Serikat yang diperkirakan menunjukkan kenaikan bulanan dan tahunan. Data inflasi AS yang dijadwalkan rilis pada Jumat juga menjadi fokus, karena menjadi salah satu indikator kunci bagi The Fed dalam menetapkan kebijakan suku bunga.
Tim Pilarmas memperkirakan inflasi AS masih bergerak naik, namun kenaikan tersebut kemungkinan bersifat terbatas. Perkembangan data ini berpotensi memengaruhi sentimen pasar saham domestik dalam beberapa hari ke depan.
Secara keseluruhan, pembukaan IHSG yang menguat masih diwarnai ketidakpastian akibat aksi jual asing dan rangkaian data ekonomi yang akan dirilis. Pelaku pasar disarankan memantau level support-resistance serta rilis data makro baik domestik maupun global.
Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.
Berita Terkait
Prakiraan IHSG Hari Ini: Potensi Melemah Terbatas
IHSG diperkirakan melemah terbatas hari ini setelah ditutup di 6.636; investor asing jual bersih Rp317,01 mi...
KAI Layani 40,3 Juta Pelanggan dengan B50, Kurangi 9.000 Ton CO₂e
KAI layani 40,38 juta pelanggan dengan penerapan B50 sejak 1 Juli 2026, mengurangi sekitar 9.000 ton CO₂e da...
KAI Tambah 3 Perjalanan ke Gambir Antisipasi Erupsi
KAI menambah tiga perjalanan ke Gambir dan memperbesar kapasitas dua rangkaian pada 6 September 2026 untuk a...
3 Strategi Arahkan Investasi ke Sektor Hilirisasi
Pemerintah terapkan tiga strategi — perencanaan, eksekusi, dan insentif — untuk arahkan investasi ke sektor...
Arah Harga Emas Pekan Depan di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Harga emas pekan depan berpotensi naik dipengaruhi konflik Timur Tengah, kenaikan minyak, dan ekspektasi suk...
IHSG Menguat 1,82% dalam Laporan Mingguan BEI Jelang PubEx Live
BEI mencatat IHSG naik 1,82% pekan 31 Agustus-4 September 2026, volume dan nilai transaksi meningkat menjela...