Ekonomi

3 Strategi Arahkan Investasi ke Sektor Hilirisasi

Bagikan:
Peta Jalan Hilirisasi dan investasi industri di berbagai wilayah Indonesia

Pemerintah mengarahkan investasi langsung ke Indonesia menuju sektor hilirisasi untuk menambah nilai ekonomi, memperkuat industri dalam negeri, rantai pasok, dan menciptakan lapangan kerja. Pernyataan ini disampaikan oleh Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu di Jakarta, 6 September 2026. Langkah utama meliputi perencanaan, eksekusi, dan pemberian insentif.

Tiga langkah strategis

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM merancang tiga langkah untuk menarik modal asing ke hilirisasi. Pertama adalah perencanaan yang sistematis. Kedua adalah eksekusi dengan kepastian usaha. Ketiga, pemberian insentif fiskal yang mendorong transfer teknologi dan pengembangan SDM.

Perencanaan: Peta Jalan Hilirisasi

Sebagai pijakan, instansi terkait menerbitkan Peta Jalan Hilirisasi Investasi Strategis 2022 dan 2023. Dokumen itu memetakan hilirisasi untuk 28 komoditas di 8 sektor utama serta keunggulan wilayah dan potensi sumber daya alam.

Potensi nilainya signifikan. Peta jalan mencatat total potensi investasi mencapai USD 618,1 miliar dan potensi penyerapan tenaga kerja sekitar 3 juta lapangan kerja baru.

Eksekusi: kepastian dan kemudahan berusaha

Wamen Todotua menekankan bahwa eksekusi hilirisasi harus didukung oleh iklim usaha yang kondusif. Salah satu upaya adalah mempermudah proses perizinan melalui pendekatan berbasis risiko dan penyederhanaan prosedur.

Insentif: dorong transfer teknologi dan kapasitas

Pemerintah menawarkan beragam insentif fiskal, antara lain tax allowance, tax holiday, masterlist, dan super tax deduction. Insentif tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan alih teknologi terapan serta peningkatan kapasitas tenaga kerja.

"Kita tidak hanya fokus pada berapa banyak investasi yang masuk. Tapi juga bagaimana dampaknya ke peningkatan lapangan kerja serta ekosistem rantai pasok di Indonesia,"

"Investasi yang masuk ke Indonesia perlu diarahkan,"

"Bukan hanya pada pembangunan fasilitas produksi. Tapi juga membawa transfer teknologi, riset dan inovasi, serta penguasaan proses produksi yang lebih kompleks."

Realisasi semester I 2026 dan pemerataan

Hasil dari strategi ini terlihat pada realisasi investasi sektor hilirisasi pada semester I 2026 yang mencapai Rp300,1 triliun, naik 6,9 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Nilai ini setara dengan sekitar 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional.

Lebih dari itu, sebagian besar investasi hilirisasi terkonsentrasi di luar Pulau Jawa. Sekitar 75,7 persen realisasi, atau setara Rp227,3 triliun, berasal dari proyek di wilayah non-Jawa, sehingga berkontribusi pada pemerataan ekonomi.

Dengan kombinasi peta jalan, kebijakan pelaksanaan, dan insentif yang terarah, pemerintah berharap hilirisasi dapat mendorong pertumbuhan industri bernilai tambah. Ke depan, keberlanjutan kebijakan dan pengawasan pelaksanaan menjadi kunci agar investasi tidak hanya masuk, tetapi benar-benar mendongkrak kapasitas produksi, inovasi, dan kesempatan kerja di seluruh wilayah Indonesia.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait