Ekonomi

KAI Layani 351,6 Juta Penumpang hingga Agustus 2026

Bagikan:
Kereta KAI di stasiun menumpang penumpang, ilustrasi peningkatan jumlah penumpang 2026

KAI Group melayani sebanyak 351.602.397 penumpang sepanjang Januari–Agustus 2026, naik 7,09 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Angka ini mencakup layanan bersubsidi dan komersial yang menjangkau perjalanan harian, antarkota, dan pariwisata.

Rincian layanan dan peran PSO

Sebanyak 317,7 juta penumpang memanfaatkan layanan bersubsidi melalui skema Public Service Obligation (PSO). Sementara itu, layanan komersial mencatat sekitar 34,2 juta pengguna atau 9,71 persen dari total penumpang.

Kontribusi tipe layanan

Kontribusi terbesar datang dari layanan percommuteran di aglomerasi perkotaan. Berikut rincian pengguna berdasarkan jenis layanan selama delapan bulan pertama 2026:

  • Commuter Line: 277.272.682 penumpang
  • Kereta antarkota dan lokal: 40.379.062 penumpang (pertumbuhan 8,69 persen)
  • LRT Jabodebek: 21.809.797 pengguna (pertumbuhan 19,05 persen)
  • KAI Bandara: 4.647.947 penumpang
  • Relasi Makassar–Parepare: 231.764 penumpang
  • KAI Wisata: 216.980 pengguna (naik 49,09 persen)

Pernyataan resmi manajemen

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan keterangan resmi pada 5 September 2026. Ia menegaskan bahwa KAI terus mendukung mobilitas masyarakat ke tempat kerja, pendidikan, kawasan perkotaan, dan destinasi wisata.

KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan terjangkau agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan transportasi berbasis rel untuk berbagai aktivitas

Kualitas layanan dan kepuasan pelanggan

Executive Vice President Corporate Secretary, Wisnu Pramudya, menyebut capaian kepuasan pelanggan meningkat signifikan. Customer Satisfaction Index (CSI) perusahaan tercatat 4,53, yaitu skor tertinggi sejak 2020.

KAI hadir bersama masyarakat melalui berbagai layanan yang mendukung aktivitas sehari-hari hingga perjalanan menuju berbagai tujuan

Implikasi dan prospek

Peningkatan penumpang ini menandakan pemulihan dan pertumbuhan permintaan transportasi berbasis rel. KAI perlu memfokuskan investasi pada frekuensi, kenyamanan, dan integrasi antarmoda untuk mempertahankan tren positif.

Dengan tingginya porsi pengguna PSO, upaya menjaga keterjangkauan tarif sambil meningkatkan layanan menjadi kunci. Ke depan, KAI kemungkinan akan memperluas kapasitas layanan komersial dan memperkuat jaringan di kawasan strategis.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait