KAI Layani 21.911 Wisman di Sumatra Jan–Agu 2026
PT Kereta Api Indonesia (KAI) melayani 21.911 wisatawan mancanegara di wilayah Sumatra pada Januari–Agustus 2026. Angka itu merupakan bagian dari total 498.232 pelanggan asing KAI secara nasional pada periode yang sama.
Rincian per divisi dan stasiun
Divisi operasional KAI di Sumatra menunjukkan distribusi penumpang asing yang berbeda antar daerah. Divre I Sumatra Utara mencatat jumlah tertinggi, sementara beberapa stasiun bandara juga menjadi pintu utama kedatangan.
| Wilayah (Divre) | Jumlah Wisman |
|---|---|
| Divre I Sumatra Utara | 14.023 |
| Divre II Sumatra Barat | 5.427 |
| Divre IV Tanjungkarang | 1.362 |
| Divre III Palembang | 1.099 |
Di level stasiun, beberapa stasiun mencatat layanan paling banyak bagi penumpang asing.
| Stasiun | Wisman |
|---|---|
| Stasiun Medan | 4.037 |
| Stasiun Rantauprapat | 1.780 |
| Stasiun Bandara Internasional Minangkabau | 1.345 |
| Stasiun Padang | 1.338 |
| Stasiun Tanjungbalai | 1.261 |
Tren nasional dan data BPS
Secara nasional, penumpang internasional KAI meningkat 3,83 persen atau bertambah 18.371 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Juli 2026 mencapai 1,53 juta perjalanan. Dibandingkan Juli 2025, angka kunjungan secara nasional naik 2,95 persen.
“Indonesia memiliki banyak destinasi dengan karakter yang unik di setiap daerah. Melalui layanan kereta api, wisatawan dapat menikmati perjalanan yang menghubungkan berbagai wilayah sekaligus mengenal lebih dekat keindahan Nusantara,”
Upaya pelayanan dan dampak pada pariwisata
KAI menyatakan terus mengembangkan fasilitas pelanggan dan kemudahan akses informasi di stasiun. Tujuannya untuk memperkuat konektivitas pariwisata daerah dan mendukung kenyamanan perjalanan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“Setiap perjalanan dengan kereta api memberikan kesempatan bagi pelanggan untuk mengenal lebih dekat berbagai wilayah Indonesia. KAI akan terus memperkuat layanan agar perjalanan wisatawan domestik maupun mancanegara semakin nyaman sekaligus mendukung pengenalan potensi pariwisata Nusantara,”
Data divre dan stasiun menunjukkan konsentrasi kunjungan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat. Tampak pula peran stasiun bandara dan stasiun utama kota sebagai gerbang masuk wisatawan asing. Ke depan, peningkatan layanan di jalur kereta diharapkan dapat memperluas distribusi manfaat pariwisata ke lebih banyak daerah di Sumatra.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
IAW: Opini WTP Bukan Akhir, Pemprov Babel Harus Tindaklanjut
IAW mengingatkan opini WTP bukan akhir; Pemprov Babel diminta tindaklanjuti rekomendasi BPK agar tata kelola...
BAZNAS BMD Dorong Omzet Usaha Snack Mustahik Tembus Rp12 Juta
BAZNAS lewat BMD Palangka Raya membantu usaha snack milik Hatriyawati hingga omzet naik ke Rp12 juta per bul...
BAZNAS Perkuat Transparansi Jelang Monev KIP 2026
BAZNAS memperkuat tata kelola informasi publik lewat sosialisasi Monev KIP 2026 untuk menjaga predikat infor...
5 Kripto Prospektif untuk Investasi Jangka Panjang
Bitcoin, Ethereum, XRP, Solana, dan Chainlink dinilai menarik untuk jangka panjang berdasarkan utilitas, jar...
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Turun Tajam
Harga emas Galeri24 turun Rp158.000/gram dan UBS turun Rp29.000/gram di Pegadaian pada 5 Sept 2026; berikut...
Wisatawan Mancanegara yang Naik Kereta Jan–Agt 2026 Nyaris 500 Ribu
KAI melayani 498.232 wisatawan mancanegara Jan–Agt 2026, naik 3,83% dari 2025; Yogyakarta jadi stasiun keber...