Ekonomi

Pangsa Pasar Pakan Hewan Peliharaan RI 0,03%, Peluang Ekspor Terbuka

Bagikan:
Peluncuran produk pakan kucing Cat's Favour oleh EVO Group di IIPE 2026 Tangerang

Indonesia saat ini menguasai 0,03 persen pangsa pasar pakan hewan peliharaan global. Pernyataan ini disampaikan Menteri Perdagangan saat peluncuran produk baru di Tangerang, Banten, dalam gelaran Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026. Pemerintah mendorong produsen lokal meningkatkan kapasitas dan mutu agar mampu bersaing secara domestik dan menembus pasar ekspor.

Peluncuran Cat's Favour dan dukungan pemerintah

Peluncuran merek makanan kucing premium, Cat's Favour, oleh EVO Group menjadi momen yang dimanfaatkan pemerintah untuk menegaskan dukungan terhadap industri pakan domestik. Menurut Menteri Perdagangan, pasar domestik sangat besar dan berpeluang dimanfaatkan pelaku usaha dalam negeri.

“Pasar domestik untuk pakan hewan peliharaan sangat besar dan kami dorong produsen lokal untuk memasuki pasar ini dengan lebih optimal. Contohnya seperti EVO Group, produknya tidak kalah dengan yang impor,” ujar Menteri Perdagangan saat acara, Sabtu, 5 September 2026.

Ia menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah dan daya saing agar produk lokal tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga, tetapi juga melangkah ke pasar internasional.

Strategi peningkatan daya saing

Menurut pernyataan resmi, pelaku usaha diminta memperkuat beberapa aspek agar dapat bersaing dan memanfaatkan perjanjian dagang. Fokus yang digarisbawahi meliputi:

  • Memperkuat kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan
  • Meningkatkan kualitas produk dan standar nutrisi
  • Memanfaatkan perjanjian perdagangan untuk membuka akses ekspor

“Kami melihat antusiasme masyarakat terhadap pakan hewan peliharaan terus berkembang. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk menghadirkan produk lokal memiliki kualitas dan standar internasional,” kata Chief Marketing Officer EVO Group.

EVO Group menyebut Cat's Favour dikembangkan sesuai panduan nutrisi dari European Pet Food Industry Federation (FEDIAF) dan Association of American Feed Control Officials (AAFCO).

Data ekspor dan posisi Indonesia

Performa ekspor menunjukkan tren positif. Nilai ekspor pakan hewan peliharaan Indonesia tumbuh 31,98 persen pada periode 2021–2025 dan mencapai USD 8,66 juta pada 2025.

Tujuan Ekspor (2025) Pangsa (%)
India 53,60
Malaysia 18,50
Jepang 8,96
Filipina 7,88
Hong Kong 4,77

Pada Januari–Juni 2026, ekspor tercatat sebesar USD 3,43 juta. Secara global, Indonesia menempati peringkat ke-59 sebagai pemasok pakan hewan peliharaan.

Eksportir Utama Global Pangsa (%)
Jerman 12,18
Thailand 10,24
Polandia 9,46
Amerika Serikat 8,68
Prancis 8,63

Prospek dan tantangan

Peluang ekspor dinilai terbuka seiring sejumlah perjanjian perdagangan bilateral dan regional, termasuk kesepakatan dengan Uni Eropa yang disebut akan ditandatangani. Pemerintah berharap perjanjian tersebut meningkatkan akses pasar bagi produk Indonesia.

Untuk merealisasikan potensi itu, produsen lokal perlu terus mengadopsi standar internasional, memperkuat rantai pasokan, dan meningkatkan inovasi produk agar dapat bersaing di segmen premium maupun pasar ekspor.

Dengan peningkatan kapasitas dan kualitas, industri pakan hewan peliharaan Indonesia berpeluang memperbesar pangsa pasar global serta meningkatkan nilai ekspor ke depan.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait