Ekonomi

BAZNAS BMD Dorong Omzet Usaha Snack Mustahik Tembus Rp12 Juta

Bagikan:
Pelaku usaha makanan ringan menerima pendampingan BAZNAS untuk meningkatkan produksi dan pemasaran

BAZNAS melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Palangka Raya berhasil mendorong omzet usaha makanan ringan milik mustahik Hatriyawati menjadi sekitar Rp12 juta per bulan. Perubahan itu tercatat pada 2 September 2026 di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, setelah penerima manfaat menerima bantuan modal, pelatihan, pengembangan kemasan, dan fasilitasi perizinan.

Bantuan yang diberikan dan produk yang dikembangkan

Dukungan BAZNAS meliputi modal kerja, pelatihan manajemen usaha, desain kemasan, serta pendampingan untuk perizinan dan sertifikasi halal. Berkat bantuan ini, Hatriyawati mengembangkan beberapa varian snack, antara lain makaroni pedas manis karamel, makaroni spiral balado, dan emping jagung karamel.

Peran BMD dalam peningkatan kapasitas

Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, H. Idy Muzayyad, menilai kasus Hatriyawati sebagai bukti efektivitas program pemberdayaan zakat. Menurut Idy, kolaborasi antara ketekunan mustahik dan akses pembiayaan serta peningkatan kapasitas adalah kunci keberhasilan.

"Inilah tujuan program pemberdayaan BAZNAS, membuat mustahik lebih berdaya, mandiri dan diharapkan nantinya bisa menjadi muzaki. BAZNAS ingin mencetak lebih banyak lagi muzaki-muzaki baru dari kalangan mustahik,"

Kondisi usaha sebelum dan setelah bantuan

Sebelum mendapat dukungan, produksi Hatriyawati terbatas di bawah 100 bungkus per kali produksi dengan omzet sekitar Rp800 ribu. Kini kapasitas meningkat menjadi sekitar 200 bungkus per kali produksi. Produksi berlangsung satu sampai dua kali dalam seminggu, sehingga omzet rata-rata mencapai Rp12 jutaan per bulan.

"Setelah dibantu, lebih banyak perubahan. Saya bisa meningkatkan produksi dan pemasaran juga menjadi lebih luas," ujar Hatriyawati.

Dampak pembiayaan dan arah pengembangan usaha

Idy menekankan bahwa akses pembiayaan melalui BMD memberi alternatif selain praktik rentenir. Dengan pembiayaan yang sesuai, mustahik dapat mengelola modal usaha tanpa beban bunga tinggi dan fokus pada pengembangan skala usaha.

Hatriyawati berencana menambah variasi produk dan meningkatkan volume produksi. Ia juga berharap dapat membuka outlet sendiri untuk memperluas jaringan pemasaran dan meningkatkan stabilitas pendapatan.

Program BMD: prinsip dan tujuan

BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif bagi mustahik yang berjalan dengan prinsip nonprofit. Program ini bertujuan membantu pengembangan usaha, meningkatkan pendapatan, dan mendorong kemandirian ekonomi penerima manfaat.

Kasus Hatriyawati menunjukkan bahwa intervensi yang terpadu—modal, pelatihan, dan akses perizinan—dapat mengubah usaha kecil menjadi sumber penghasilan yang lebih stabil. Ke depan, program serupa diharapkan dapat memperbanyak pelaku usaha mandiri dari kalangan mustahik.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait