KAI Integrasikan Stasiun Karet dan Sudirman Baru
PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperkuat integrasi Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan, diumumkan pada Jumat, 4 September 2026. Penataan kawasan kedua stasiun bertujuan menata konektivitas antarmoda rel perkotaan dan mengurangi kepadatan akses.
Ringkasan pengembangan
Kedua stasiun melayani total 6.702.680 aktivitas pelanggan Commuter Line sepanjang Januari–Agustus 2026. Rinciannya adalah 4.909.334 di Stasiun Karet dan 1.793.346 di Stasiun Sudirman Baru.
| Stasiun | Aktivitas Pelanggan (Jan–Agt 2026) |
|---|---|
| Stasiun Karet | 4.909.334 |
| Stasiun Sudirman Baru | 1.793.346 |
Fasilitas baru dan penataan area
KAI menata lanskap stasiun untuk menciptakan alur perjalanan yang lebih tertata. Disediakan area drop off khusus bagi armada ojek online dan penataan koridor pejalan kaki untuk kenyamanan penumpang.
Fasilitas penghubung yang dipasang meliputi satu unit travelator datar sepanjang 20 meter dan dua unit travelator vertikal. Pengembangan sisi Kendal mencakup tambahan eskalator dan pemasangan kanopi selasar untuk memperlancar akses pejalan kaki dan kendaraan lanjutan.
Komentar pejabat KAI
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan pengembangan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan keterhubungan layanan rel perkotaan.
Stasiun Karet tetap memiliki peran sebagai pintu akses pelanggan. Melalui pengembangan fasilitas ini, KAI menata akses dan area pendukung agar pelanggan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman, aman, dan tertata yang terpusat di Stasiun Sudirman Baru,
— Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menegaskan komitmen perusahaan pada peningkatan fasilitas layanan publik untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Jabodetabek.
Melalui pengembangan Stasiun Karet dan konektivitas menuju Stasiun Sudirman Baru, KAI menghadirkan akses pelanggan yang lebih tertata dengan fasilitas pendukung perjalanan yang semakin baik. Penguatan fasilitas ini mendukung pengalaman perjalanan Commuter Line yang lebih nyaman bagi masyarakat,
— Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Sejarah singkat dan konteks
Stasiun Karet mulai beroperasi pada 1922 dan menjadi bagian perkembangan Kereta Rel Listrik (KRL). Stasiun Sudirman Baru mulai melayani perjalanan kereta pada periode 2017–2018. Perbaikan fasilitas ini diharapkan menyesuaikan layanan dengan pertumbuhan mobilitas harian yang meningkat setiap tahun.
Dengan langkah penataan ini, KAI menata ulang alur akses, fasilitas penghubung, dan area pendukung untuk mengurangi kepadatan dan meningkatkan kenyamanan perjalanan Commuter Line di kawasan yang melayani jutaan aktivitas pelanggan.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Tangani 3.674 Perlintasan Sebidang untuk Cegah Kecelakaan
KAI percepat penanganan 3.674 perlintasan sebidang per 4 Sept 2026; fokus penutupan perlintasan liar dan pen...
KAI Tata Stasiun dan Bangun 8 Menara Hunian Vertikal di Jakarta
KAI menata empat stasiun integrasi dan membangun delapan menara hunian vertikal di Jakarta untuk mengurangi...
KAI Services Sambut Pelanggan di 11 Regional pada Hari Pelanggan
KAI Services menyapa pelanggan serentak di 11 regional pada 4 September 2026 untuk peringatan Hari Pelanggan...
KAI Services Sapa Pelanggan di 11 Regional Saat HPN 2026
KAI Services menyapa pelanggan serentak di 11 regional pada 4 Sept 2026 di Stasiun Tugu Yogyakarta, sambut H...
Volume Penumpang KAI Tumbuh Lebih dari 7 Persen
KAI melaporkan kenaikan volume penumpang lebih dari 7% per Januari–Agustus; layanan jarak jauh dan lokal tum...
Indonesia dan Irlandia Teken LoI Kerja Sama Ekonomi
Indonesia dan Irlandia menandatangani LoI kerja sama ekonomi di Jakarta pada 4 September 2026, mencakup tekn...