Menbud Fadli: Seleksi Film Narasi Kepahlawanan Terbuka dan Ketat
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan proses seleksi produksi film narasi kepahlawanan berlangsung terbuka, inklusif, dan transparan, namun tetap ketat karena keterbatasan waktu dan kesiapan peserta. Pernyataan itu disampaikan saat pengumuman Sayembara Produksi Film Narasi Kepahlawanan di Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Jumat malam, 4 September 2026.
Proses seleksi dan prinsip keterbukaan
Fadli menjelaskan bahwa pintu seleksi dibuka luas untuk melibatkan sebanyak mungkin pembuat film yang siap memproduksi. Ia menilai peluang partisipasi masih bisa diperluas dengan menarik sineas yang memiliki perpustakaan materi dan stok cerita sejarah.
"Prosesnya memang terbuka, inklusif, transparan, sebenarnya bisa lebih banyak lagi yang kita tarik,"
Menurutnya, pengalaman dan referensi sebelumnya membantu peserta mengembangkan gagasan menjadi film yang matang dan relevan.
Tantangan kesiapan peserta dan kualitas produksi
Fadli menekankan adanya tekanan waktu sehingga proses produksi harus cepat tanpa mengorbankan mutu. Ia menyebut kualitas narasi, kedalaman sejarah, dan aspek teknis harus seimbang agar pesan kepahlawanan tersampaikan utuh.
"Tantangannya bagaimana membuat film dan prosesnya cukup cepat, tetapi tetap berkualitas dari sisi narasi, sejarah, maupun teknis,"
Ia mendorong peserta memanfaatkan berbagai referensi yang tersedia untuk memperkuat cerita sebelum masuk tahap produksi.
Dua kategori sayembara
Produser Tesadesrada Ryza menilai seleksi berlangsung ketat karena waktu pelaksanaan yang terbatas. Meski demikian, antusiasme sineas sangat tinggi dengan banyak gagasan sejarah diajukan.
"Prosesnya memang sangat ketat sekali mengingat waktu yang memang tidak banyak. Kemudian begitu banyak sekali antusiasme rekan-rekan sineas untuk mendaftarkan film dan desain pada ini,"
Panitia membuka dua kategori untuk memberi ruang kreativitas:
- Kategori bagi sineas dengan skenario yang telah dilombakan sebelumnya.
- Kategori bagi gagasan baru yang menawarkan narasi sejarah segar.
Harapan untuk keberlanjutan perfilman sejarah
Baik Menbud maupun produser berharap dukungan negara terhadap produksi film sejarah dapat memperkuat kehadiran cerita kepahlawanan dalam industri nasional. Mereka menilai film sejarah memerlukan proses panjang, mulai pengembangan cerita hingga penulisan skenario, sehingga dukungan berkelanjutan penting agar kualitas dan kontinuitas terjaga.
Kesimpulannya, sayembara ini dimaksudkan tidak hanya mencari pemenang, tetapi juga merangsang produksi film sejarah yang berkualitas dan berkesinambungan.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...