LISA Rilis 'SaWaDiKa' — Video Musik Angkat Budaya Thailand
LISA resmi merilis single terbaru berjudul "SaWaDiKa" beserta video musik bertema budaya Thailand pada Jumat, 4 September 2026, di Bangkok. Lagu ini menjadi single utama dari EP baru bertajuk PRESS PLAY, yang dijadwalkan rilis pada Oktober mendatang. Video menonjolkan unsur budaya lokal seperti Muay Thai, tuk-tuk, dan sejumlah lokasi ikonik kota Bangkok sebagai elemen visual utama.
Konsep dan konteks rilis
SaWaDiKa mengambil sapaan Thailand sawasdee ka sebagai judul sekaligus inti konsep visualnya. Dalam rilis ini, LISA menempatkan identitas Thailand sebagai bagian penting karya solonya. Tujuannya untuk memperkenalkan nuansa lokal kepada audiens global melalui musik dan gambar.
Lokasi syuting dan suasana visual
Video musik mengeksplorasi beberapa sudut Bangkok yang memiliki karakter berbeda. Lokasi yang ditampilkan antara lain Stasiun Hua Lamphong, Jalan Rong Mueang, Soi Ngam Duphli, Soi Chaloem Khet 1 di kawasan Yotse, serta DIB Bangkok.
Sekitar Stasiun Hua Lamphong menghadirkan bangunan pertokoan lama yang memberi nuansa historis untuk adegan tertentu. Selanjutnya, Jalan Rong Mueang menunjukkan suasana perkotaan lama yang dipadu dengan gaya visual modern, sehingga menghasilkan kontras estetika yang kuat.
Unsur budaya: Muay Thai dan tuk-tuk
Soi Ngam Duphli memberi sentuhan kehidupan jalanan Bangkok sekaligus relevansi budaya Muay Thai. Unsur bela diri itu diperkuat oleh busana yang dikenakan LISA, yang terinspirasi dari gaya olahraga tradisional Thailand.
Tuk-tuk juga muncul sebagai elemen visual penting yang memperkuat identitas lokal. Penampakan kendaraan ikonik tersebut memadukan budaya jalanan dengan estetika pop modern dalam berbagai adegan video.
Ruang seni kontemporer dan arsitektur masa lalu
Soi Chaloem Khet 1 menampilkan arsitektur bernuansa masa lalu yang memberi sentuhan nostalgis pada video. Berbeda, DIB Bangkok menghadirkan ruang seni kontemporer dengan permainan cahaya dan tampilan modern. Perpaduan kedua lokasi ini memberi keseimbangan antara tradisi dan modernitas dalam narasi visual.
Makna bagi karya solo LISA
Melalui kombinasi lokasi, fashion, bahasa, Muay Thai, dan tuk-tuk, LISA menegaskan kembali akar budayanya dalam karya solo. SaWaDiKa tidak hanya menjadikan Bangkok sebagai latar, tetapi juga sebagai bagian integral cerita visual yang ditujukan kepada penonton internasional.
Rilis ini sekaligus menyiapkan panggung bagi EP PRESS PLAY yang akan keluar bulan depan, memberi indikasi arah artistik LISA yang lebih eksploratif terhadap identitas kulturalnya.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Yim Si Wan Jadi Host Penutupan BIFF ke-31
Yim Si Wan ditunjuk sebagai pembawa acara penutupan Busan International Film Festival ke-31 yang berlangsung...
Kim Ji Woong Jadi Pemeran Utama Drama Investigasi 'Siren'
Kim Ji Woong dikonfirmasi jadi pemeran utama drama investigasi 'Siren'; proyek multi-format ini siap masuk t...
Danielle Marsh Kembali ke Australia, Bagikan Video 'Detour' di YouTube
Danielle Marsh pulang ke Australia dan merilis video perdana YouTube berjudul 'Detour' yang menampilkan mome...
Autopsy: Dead Body Can Talk — Kisah Dokter Forensik Ungkap Misteri
Film thriller psikologis 'Autopsy: Dead Body Can Talk' mengisahkan dokter forensik Sumy Hastry mengungkap ke...
Dapur Film Rilis Teaser 'Beautiful Pain', Angkat KDRT dan Pengkhianatan
Dapur Film dan Nikita Mirzani rilis teaser poster dan trailer 'Beautiful Pain' yang mengangkat KDRT, pengkhi...
Lomba Sihir Gelar 'Konser Ujung Dunia' di GBK 21 November 2026
Lomba Sihir menggelar 'Konser Ujung Dunia' pada 21 November 2026 di GBK, menjanjikan aransemen baru dan peng...