KAI Tangani 3.674 Perlintasan Sebidang untuk Cegah Kecelakaan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) mempercepat penanganan 3.674 titik perlintasan sebidang jalur rel per 4 September 2026. Upaya ini dilakukan untuk mencegah potensi kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan operasi kereta di kawasan perkotaan yang mengalami lonjakan mobilitas.
Rincian data perlintasan
Manajemen KAI memaparkan data di Stasiun BNI City, Jakarta. Dari 3.674 perlintasan yang didata, rincian status operasional adalah sebagai berikut:
| Kategori | Jumlah (JPL) |
|---|---|
| Terdata dan dijaga | 1.864 |
| Terdata tetapi tidak dijaga | 907 |
| Tidak terdaftar (un-register) | 903 |
| Fokus penanganan saat ini (907+903) | 1.810 |
Langkah penanganan yang dijalankan
VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan perseroan menutup perlintasan liar dan menempatkan petugas serta perlengkapan keselamatan di lokasi prioritas. KAI melaporkan telah menuntaskan penutupan pada 172 perlintasan yang dinilai sangat berbahaya.
"Total perlintasan sebidang kita yang sudah kita data itu adalah sebanyak 3.674. Yang register itu ada yang dijaga 1.864, yang tidak dijaga, ada yang ter-register tetapi tidak dijaga itu 907 JPL, ya,"
"Dan yang un-register yang terdaftar hingga pada saat ini adalah 903 JPL sehingga totally area yang fokus penanganan saat ini adalah 1.810 PJL yang harus kami tangani,"
KAI juga memasang perangkat peringatan dini dan mempersiapkan petugas jaga. Audit kelaikan perlintasan dilakukan bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk memastikan standar keselamatan terpenuhi.
Kendala di lapangan dan koordinasi
Anne menyatakan kendala utama adalah munculnya kembali akses liar setelah penutupan. Untuk itu KAI mendorong penegakan hukum dan sanksi yang lebih tegas melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
"Kadang kalau kita tutup 1, tumbuh 3. Ini perlu banget kami berkoordinasi dengan Pemda setempat, pemerintah baik itu di daerah dan pusat, bagaimana regulasi ini kita bisa lebih kencang, sanksi yang diberikan, karena ini terkait dengan keselamatan,"
Kebijakan keselamatan dan prospek
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama. Ia mengajak pengguna jalan untuk selalu berhati-hati dan mematuhi aturan di perlintasan sebidang.
"Keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasional kereta api. KAI terus melakukan berbagai langkah peningkatan keselamatan melalui pembangunan fasilitas pendukung, penguatan penjagaan, serta kolaborasi bersama pemerintah dan masyarakat,"
KAI akan menerapkan pendekatan yang terukur sesuai tingkat kerawanan setiap lokasi. Karakteristik lingkungan dan volume kendaraan menjadi indikator pemilihan metode penanganan agar peningkatan keselamatan efektif dan berdampak bagi masyarakat.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
KAI Catat 140 Juta Pelanggan dan Percepat Ekspansi Layanan KRL
KAI mencatat lebih dari 140 juta pelanggan dalam 10 tahun dan percepat ekspansi layanan KRL serta perbaikan...
Hilirisasi Pertambangan Harus Terintegrasi dari Hulu ke Hilir
Pakar menilai hilirisasi pertambangan harus terintegrasi dari hulu ke hilir untuk tambah nilai, kurangi impo...
Rupiah Menguat 37 Poin, Ditutup Rp17.642 pada 4 Sept 2026
Rupiah menguat 37 poin ke Rp17.642 pada 4 Sept 2026, terdorong pernyataan pejabat The Fed dan menanti data N...
Indodana Finance dan KSDD Kumpulkan 200 Kantong Darah di Jatinegara
Indodana Finance dan KSDD menggelar donor darah di JTOWN Mall pada 30 Agustus 2026, mengumpulkan 200 kantong...
IHSG Melemah 0,47% ke 6.636,47 pada 4 Sep 2026
IHSG ditutup melemah 0,47% ke 6.636,47 pada 4 Sept 2026, terdorong aksi profit taking dan sentimen global se...
Cara Kirim Cargo dari Bangkok ke Indonesia: Panduan Lengkap
Panduan kirim cargo dari Bangkok ke Indonesia: waktu, rute, Form D, risiko under-declare, dan aturan BPOM un...