PB PDHI Tegaskan Peran Vital Dokter Hewan untuk Kesehatan Publik
Ketua Umum PB PDHI, Dr. Drh. Muhammad Munawaroh, menegaskan peran dokter hewan bukan hanya praktik klinis hewan, tetapi juga menjaga kesehatan masyarakat. Pernyataan itu disampaikan saat berbincang dengan PRO 3 RRI, Kamis, 3 September 2026. Menurutnya, dokter hewan bertanggung jawab memastikan produk pangan hewani aman sebelum masuk ke pasaran untuk mencegah risiko penyakit pada manusia.
Peran luas dokter hewan dalam kesehatan masyarakat
Munawaroh mengatakan tugas dokter hewan meliputi pengawasan mutu dan keamanan produk hasil ternak. Pengawasan dilakukan sejak proses produksi hingga distribusi untuk melindungi konsumen. Tanpa kontrol profesional, menurutnya, produk hewani berpotensi membawa bahaya serius bagi masyarakat.
"Peran dokter hewan sangat luas, kalau berkaitan dengan masyarakat, dokter hewan menjamin kualitas produk yang dihasilkan dari ternak. Kalau tidak ada dokter hewan, itu (bisa) berbahaya sekali,"
Pengawasan produk hewani: NKV dan standar ASUH
Untuk menjamin mutu, Munawaroh menyebutkan penggunaan Nilai Kontrol Veteriner (NKV) sebagai alat pengawasan perusahaan hasil ternak. NKV memeriksa apakah fasilitas produksi menerapkan standar kesehatan dan mutu yang sesuai. Selain itu, produk harus memenuhi standar ASUH, yang menurutnya penting untuk kepercayaan konsumen.
- Aman — bebas dari bahaya kesehatan bagi manusia.
- Sehat — berasal dari hewan yang terjaga kesehatannya.
- Utuh — terjamin integritas produk selama proses distribusi.
- Halal — sesuai ketentuan yang berlaku bagi konsumen Muslim.
Karantina dan pencegahan penyakit lintas batas
Munawaroh juga menekankan peran dokter hewan di pintu masuk karantina. Mereka bertugas mencegah masuknya penyakit dari luar negeri yang dapat merugikan Indonesia. Pengawasan di titik masuk hewan dan produk hewan menjadi salah satu upaya utama untuk menahan ancaman tersebut.
"Dokter hewan juga menjaga wilayah Indonesia agar penyakit-penyakit luar tidak masuk. Di badan karantina hewan ada titik-titik pintu keluar masuk hewan,"
Upaya pengendalian zoonosis
Praktisi dokter hewan Drh. Radhiyan Fadiar Sahistya menambahkan pentingnya peran dokter hewan dalam mengatasi ancaman zoonosis — penyakit yang dapat berpindah antara hewan dan manusia. Ia menjelaskan bahwa dukungan dokter hewan turut membantu pemerintah dalam kampanye pengendalian penyakit strategis melalui sosialisasi, vaksinasi, dan sterilisasi hewan.
"Badan karantina, kalau di Jakarta itu di bandara, di Tanjung Priok. Sehingga hal-hal yang berkaitan dengan hewan atau produk hewan itu harus melalui pemeriksaan karantinanya apapun hewannya,"
Dengan peran yang meluas itu, PB PDHI menekankan pentingnya keterlibatan dokter hewan dalam setiap rantai produksi dan pengawasan. Langkah ini dinilai krusial untuk melindungi kesehatan publik dan mencegah masuknya penyakit dari luar.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
ISPA dan Kabut Asap: Gejala, Risiko, dan Cara Melindungi Diri
ISPA dapat dipicu atau diperburuk oleh kabut asap. Kenali gejala, kelompok rentan, dan langkah untuk mengura...
2.387 Warga Tangsel Teridentifikasi Berisiko Depresi
Dinkes Tangsel mendata 2.387 warga berisiko depresi dari 753.537 skrining; 629 di antaranya pelajar SMA.
Mengapa Sindrom Riley-Day Membuat Penderitanya Tak Merasa Nyeri
Sindrom Riley-Day membuat penderitanya sulit merasakan nyeri, muncul sejak bayi dan terkait kelainan gen ELP...
Mayoritas Warga Banten Alami Hipertensi dan Diabetes
Gubernur Andra Soni menyatakan hipertensi dan diabetes jadi masalah utama warga Banten berdasarkan cek keseh...
Resistensi Antibiotik: Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegah
Resistensi antibiotik terjadi saat bakteri kebal obat; kenali penyebab, risiko, dan langkah pencegahan agar...
Layanan Kesehatan Pascagempa Pulih dalam Dua Pekan
Kemenkes menyatakan seluruh fasilitas kesehatan terdampak gempa kembali beroperasi dalam kurang dari dua min...