Kesehatan

ISPA dan Kabut Asap: Gejala, Risiko, dan Cara Melindungi Diri

Bagikan:

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dapat dipicu atau diperparah oleh kabut asap. Penyakit ini menyerang saluran napas dan menimbulkan gejala seperti batuk, sakit tenggorokan, hingga sesak napas. Saat kabut asap melanda, risiko gangguan pernapasan meningkat, terutama bagi kelompok rentan.

Apa itu ISPA?

ISPA adalah infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Menurut Kementerian Kesehatan, gejala bisa muncul tiba-tiba dan tingkat keparahannya berbeda tiap orang. Faktor lingkungan seperti polusi udara turut meningkatkan peluang terjadinya infeksi.

Penyebab dan gejala

Penyebab ISPA meliputi virus, bakteri, dan jamur. Selain itu, paparan polutan juga dapat memicu atau memperberat keluhan. Gejala umum yang sering muncul adalah:

  • Batuk
  • Pilek atau hidung tersumbat
  • Sakit tenggorokan
  • Demam
  • Sesak napas

Kabut asap dan risiko pernapasan

Kabut asap mengandung partikel halus dan polutan yang mampu menembus hingga ke paru-paru. Partikel kecil ini dapat mengiritasi hidung, tenggorokan, dan saluran napas, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya ISPA atau memperburuk kondisi yang sudah ada.

Kelompok rentan yang perlu ekstra hati-hati meliputi:

  • Bayi dan anak-anak
  • Ibu hamil
  • Lansia
  • Penderita penyakit jantung dan paru seperti asma atau PPOK

Cara mengurangi paparan kabut asap

Masyarakat bisa melakukan langkah praktis untuk menurunkan risiko paparan:

  • Membatasi aktivitas di luar ruangan saat kualitas udara buruk
  • Menggunakan masker yang sesuai jika harus keluar
  • Memonitor kualitas udara sebelum beraktivitas
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat untuk menurunkan risiko infeksi

Kapan harus ke fasilitas kesehatan

Jangan mengabaikan keluhan pernapasan. Jika muncul tanda-tanda memburuk seperti sesak napas, demam tinggi, atau gejala yang tidak membaik, segera periksakan diri ke layanan kesehatan. Penderita asma dan penyakit paru kronis harus waspada saat kualitas udara menurun.

ISPA tidak selalu disebabkan langsung oleh kabut asap; penyakit ini punya banyak penyebab. Namun, menjaga kualitas udara dan mengurangi paparan asap adalah langkah penting untuk melindungi diri dan kelompok rentan selama periode kabut asap berlangsung.

Putri Anindya
Penulis
Putri Anindya

Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.

Berita Terkait