BRIN Kembangkan Big Data Ilmiah Terintegrasi untuk Riset Nasional
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong integrasi koleksi ilmiah menjadi big data nasional untuk memperkuat riset dan kebijakan pembangunan berkelanjutan. Inisiatif ini diumumkan pada Rabu, 2 Agustus 2026, dan diarahkan menyatukan data koleksi yang saat ini tersebar ke dalam satu ekosistem terpadu.
Integrasi koleksi ilmiah ke satu ekosistem
Menurut Deden Sumirat Hidayat, Ketua Tim Fungsi Verifikasi, Validasi, Inventarisasi dan Valuasi Koleksi Ilmiah DPKI BRIN, sistem baru akan menghimpun berbagai informasi koleksi secara terintegrasi. Saat ini banyak data koleksi masih terfragmentasi dan belum saling terhubung.
"Data koleksi ilmiah itu tidak lagi terfragmentasi. Tetapi, terintegrasi dalam suatu sistem,"
Langkah ini bertujuan memudahkan akses dan interoperabilitas data antar lembaga penelitian, perguruan tinggi, dan institusi lain di seluruh Indonesia.
Kelengkapan data dan manfaat riset
BRIN menjelaskan pengembangan koleksi ilmiah tidak hanya berfokus pada pencatatan dasar spesimen. Data dapat diperkaya melalui pengujian molekuler, analisis morfologi, uji biokimia, penentuan umur, dan komposisi material.
Repositori Ilmiah Nasional (RIN) akan diperkuat sebagai pusat referensi data koleksi. Dengan data yang lebih lengkap, kualitas riset dasar maupun terapan diharapkan meningkat dan relevan untuk kebutuhan kebijakan.
Manfaat pemanfaatan data koleksi mencakup bidang:
- identifikasi taksonomi;
- analisis forensik;
- konservasi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan;
- inovasi industri berbasis data ilmiah.
Skema pendanaan dan prosedur pengajuan
Pengembangan data koleksi ilmiah juga dapat didanai melalui skema hibah. Peneliti dari BRIN, perguruan tinggi, maupun lembaga lain dapat mengajukan koleksi yang belum tercatat di DPKI BRIN untuk proses penerimaan.
Koleksi yang diterima akan memperoleh nomor koleksi sebelum menjalani pengujian atau karakterisasi lanjutan. Pengusul wajib melampirkan dokumen persyaratan saat mendaftar.
- Jenis pengusul: peneliti BRIN, akademisi, lembaga riset;
- Persyaratan administrasi: proposal penelitian dan Rencana Anggaran Biaya (RAB);
- Rencana teknis: rencana analisis dan pengujian yang akan dilakukan terhadap koleksi;
- Dokumen kelengkapan koleksi sesuai ketentuan DPKI.
Dengan integrasi ini, BRIN berharap data koleksi ilmiah dapat lebih cepat dimanfaatkan untuk penelitian, inovasi, dan perumusan kebijakan berbasis bukti. Ke depan, penguatan RIN dan akses data terpadu akan menjadi kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya nasional.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Parker Solar Probe Dekati Matahari, Capai 430 Ribu Mil/Jam
Parker Solar Probe mendekati Matahari 4 Sept 2026, melintas 6,1 juta km dan mencapai 430 ribu mil/jam sambil...
NASA Tambah Roket Terran R ke Kontrak Peluncuran NLS II
NASA menambahkan layanan peluncuran Terran R ke kontrak NLS II melalui ketentuan on-ramp, memperluas opsi pe...
Merkurius Menyusut Lebih Cepat, Inti Planet Terungkap
Merkurius menyusut 10–30% lebih cepat, dengan diameter hampir 19 km, mengungkap petunjuk baru tentang ukuran...
Telkomsat Luncurkan VSAT STAR, Jaga Konektivitas Kapal di Tengah Laut
Telkomsat meluncurkan VSAT STAR, layanan satelit hingga 200 Mbps per site untuk menjaga konektivitas kapal t...
NASA Bentuk Akademi Antariksa AS, 300 Siswa Ditargetkan 2028
NASA mulai membentuk United States Space Academy; 300 siswa pertama direncanakan menempati fasilitas sementa...
Satelit NASA Rekam Badai Debu di Mali, Partikel Meluas ke Atlantik
Satelit Terra NASA merekam badai debu di Mali pada 5 September 2026; partikel bergerak ke barat hingga Samud...