Teleskop Roman Selesaikan Koreksi Lintasan Pertama Menuju L2
NASA mengumumkan bahwa Teleskop Antariksa Nancy Grace Roman berhasil menyelesaikan pembakaran koreksi lintasan pertama pada Selasa, 1 September 2026. Manuver berlangsung pukul 12.02 EDT selama sekitar tiga menit untuk menyesuaikan trajektori menuju titik Lagrange kedua atau L2. Langkah ini bertujuan memastikan teleskop tetap berada di jalur menuju orbit akhir.
Manuver dan jadwal berikutnya
Koreksi ini adalah yang pertama dari dua penyesuaian orbit yang direncanakan. NASA menyatakan koreksi kedua akan dilakukan jika diperlukan dan dijadwalkan pada akhir pekan yang sama. Setelah menuju L2, penyisipan ke orbit diperkirakan berlangsung sekitar 100 hari setelah peluncuran.
Setelah masuk ke orbit akhir, Roman hanya memerlukan pembakaran koreksi posisi berkala, sekitar setiap 28 hari, untuk mempertahankan posisinya.
Pemisahan roket dan deploy perangkat
Teleskop berpisah dari roket peluncur pada Minggu, 30 Agustus, pukul 07.57 waktu setempat. Sekitar 30 menit setelah pemisahan, perangkat Solar Array Sun Shield dijadwalkan untuk membuka. Perangkat ini akan menghasilkan energi dan berfungsi sebagai pelindung termal untuk menjaga kondisi suhu teleskop selama perjalanan menuju L2.
Pelacakan dan dukungan komunikasi
Pengukuran posisi Roman dilakukan melalui Deep Space Network, yang menyediakan data pelacakan penting berupa pengukuran jarak dan sudut. Data tersebut membantu tim pengendali menentukan lokasi teleskop dengan presisi.
Dukungan pelacakan dan komunikasi juga melibatkan badan antariksa mitra internasional. Berikut stasiun yang ditunjuk:
- Deep Space Network (DSN) menyediakan pelacakan utama.
- ESA menggunakan stasiun bumi New Norcia untuk dukungan tambahan.
- JAXA memanfaatkan stasiun Misasa untuk komunikasi pendukung.
Impak misi ke depan
Koreksi lintasan awal ini merupakan langkah krusial untuk menjaga misi agar tetap berada di jalur menuju L2. Keberhasilan manuver awal meningkatkan peluang penyisipan orbit berjalan sesuai jadwal, sehingga fase pengamatan dan pengoperasian teleskop dapat dimulai sesuai rencana setelah periode transit.
Tim misi akan terus memantau data pelacakan dan melakukan penyesuaian bila diperlukan selama perjalanan menuju titik Lagrange kedua.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
Gemini Dorong Kreativitas Fesyen Indonesia Tembus Pasar Global
Google sebut Indonesia masuk Top Five pengguna Gemini; AI ini dimanfaatkan untuk riset, visualisasi desain,...
DMS+ Paparkan Roadmap Scale-Up 2027: Wider, Higher, Bigger
DMS+ ungkap roadmap scale-up 2027 "Wider, Higher, Bigger" meliputi transformasi Horrortainment, Vertical Mov...
Roket NASA Ungkap Struktur Kompleks sporadic E yang Ganggu Sinyal
Roket NASA mengungkap bahwa lapisan sporadic E di ionosfer berstruktur kompleks dan dapat mengganggu sinyal...
Hubble Temukan Pola 10 Sisi di Kutub Selatan Saturnus
Hubble mendeteksi pola gelombang 10 sisi (decagon) di kutub selatan Saturnus; tanda muncul sejak 2023 dalam...
BRIN Kembangkan Big Data Ilmiah Terintegrasi untuk Riset Nasional
BRIN mengembangkan integrasi koleksi ilmiah menjadi big data nasional untuk mendukung riset, inovasi, dan ke...
Fenomena Langit September 2026: Venus Bersinar dan Harvest Moon
Venus mencapai puncak kecerlangan, Bulan membantu menemukan Antares dan Teapot, serta Harvest Moon muncul pa...