Jonny Kim Tinggalkan NASA, Kembali Bertugas di Angkatan Laut AS
Jonny Kim resmi mengakhiri masa tugasnya di NASA dan kembali melanjutkan karier militer di Angkatan Laut Amerika Serikat. Menurut pernyataan NASA pada 30 Agustus 2026, Kim mengakhiri pengabdiannya di NASA setelah hampir satu dekade dan kembali bertugas penuh pada akhir Agustus 2026.
Misi terakhir dan penutupan tugas
Kim menyelesaikan tugasnya di NASA pada Kamis, 27 Agustus 2026, usai menjalani misi delapan bulan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Selama periode itu ia bertugas sebagai flight engineer untuk Ekspedisi 72 dan 73.
Detail penerbangan dan pencapaian
Pada April 2025 Kim diluncurkan menuju ISS dengan wahana Soyuz MS-27. Selama misi tersebut ia mengorbit Bumi sebanyak 3.920 kali dan menempuh jarak hampir 104 juta mil.
Kim juga memimpin operasi segmen Amerika Serikat pada paruh kedua Ekspedisi 73. Salah satu pencapaian teknisnya adalah mengoperasikan lengan robotik Canadarm2 saat menangkap wahana Cygnus XL milik Northrop Grumman untuk pertama kalinya.
Peran ilmiah dan teknis
Selama di ISS, Kim terlibat dalam berbagai penelitian. Kegiatan riset mencakup pengembangan teknologi, ilmu kebumian, biologi, dan studi manusia. Kontribusinya membantu melanjutkan eksperimen yang penting bagi operasi stasiun dan misi antariksa di masa depan.
Latar belakang dan pelatihan
Kim terpilih menjadi astronaut NASA pada 2017 dan menjalani pelatihan intensif selama dua tahun. Pelatihan tersebut mencakup:
- sistem stasiun luar angkasa
- bahasa Rusia
- robotika
- penerbangan T-38
- geologi dan teknik survival
- persiapan spacewalk
Sebelum bergabung dengan NASA, Kim memiliki pengalaman beragam sebagai Navy SEAL, dokter, dan penerbang Angkatan Laut. Ia juga pernah bertugas sebagai capsule communicator di Mission Control Center NASA dan terlibat dalam program Artemis.
Dampak dan prospek ke depan
Kembalinya Kim ke Angkatan Laut menegaskan orientasinya pada karier penerbangan militer. Dengan pengalaman misi panjang di ISS dan keterampilan teknis, ia diperkirakan akan mengambil peran yang signifikan dalam operasi penerbangan angkatan laut dan program terkait teknologi kedirgantaraan.
Perpindahan ini menandai tonggak karier seorang profesional yang menggabungkan pengalaman tempur, medis, dan eksplorasi antariksa, sekaligus memberi nilai tambah pada kemampuan operasional Angkatan Laut AS.
Editor teknologi yang mengulas gadget, kecerdasan buatan, startup, dan inovasi digital.
Berita Terkait
NASA Aktifkan Kembali Dua Instrumen Observatorium Swift
NASA menyalakan kembali dua instrumen Neil Gehrels Swift Observatory pada 26 Agustus 2026 setelah rencana pe...
NASA Pasang Empat Mesin RS-25 untuk Artemis III ke Bulan
NASA mulai memasang empat mesin RS-25 pada SLS di Kennedy Space Center 24 Agustus 2026 sebagai bagian persia...
Empat Astronaut Artemis II Terima Congressional Space Medal
Empat astronaut Artemis II dianugerahi Congressional Space Medal of Honor oleh Presiden Trump di Johnson Spa...
BRIN Kaji Pemanfaatan Singkong untuk Atasi Karhutla
BRIN menilai singkong berpotensi jadi solusi penanganan karhutla dan tengah berkoordinasi dengan Polri serta...
AiMOGA Tunjukkan Potensi Robot Humanoid Mornine di Indonesia
AiMOGA perkenalkan Mornine di Indonesia; robot humanoid bersertifikat siap dipakai di otomotif, ritel, layan...
Permintaan Data Center Indonesia Melonjak, Antrean Kapasitas hingga 1 Tahun
Permintaan kapasitas data center di Indonesia melonjak; pelanggan harus menunggu 6 bulan–1 tahun. Danantara...