Asep Hidayat Dorong Generasi Muda Kenal Musik Klasik Indonesia
Asep Hidayat mengajak generasi muda lebih mengenal karya komponis klasik Indonesia lewat Chamber Music Festival 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Agustus 2026. Ia menyoroti pentingnya memainkan repertoar lokal secara rutin agar karya-karya Indonesia tidak tenggelam di tengah dominasi karya mancanegara.
Upaya edukasi lewat Chamber Music Festival
Menurut Asep, festival menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan karya komponis dari berbagai generasi. Ia menekankan perlunya program yang menyasar pemain muda dan penonton baru untuk memperluas apresiasi musik klasik Indonesia.
Langkah ini juga bertujuan memberikan konteks praktis bagi pemain, khususnya pemula hingga tingkat lanjutan. Dengan sering dimainkan, karya lokal akan lebih cepat dikenal dan dipelajari.
Teknik cello dan repertoar lintas generasi
Asep menilai pertunjukan kelompok Jakstrings menampilkan teknik cello yang jarang ditemui dalam panggung biasa. Ia menyebut pengalaman mendengarkan ragam teknik itu penting sebagai bentuk edukasi musikal bagi penonton dan pemain muda.
"Semalam kami melihat bagaimana karya Slamet Abdul Sjukur hingga Michael Asmoro dimainkan bersama karya komponis muda Indonesia lainnya. Permainan tersebut memperlihatkan teknik baru yang jarang dimainkan pemain cello, sekaligus memberi pengalaman musikal bagi penonton."
Ia menambahkan bahwa tidak semua pemain cello menguasai teknik tersebut, sehingga penampilan seperti ini berperan sebagai bahan pembelajaran praktis.
"Hal tersebut menjadi edukasi bagi pemain pemula, terutama pemain cello, untuk terus mengembangkan kemampuan teknik permainan mereka. Kemampuan seperti itu luar biasa dan belum tentu semua pemain cello mampu melakukannya dengan baik."
Harapan agar karya Indonesia lebih dikenal
Asep berharap semakin banyak pertunjukan yang menghadirkan karya komponis Indonesia. Tujuannya agar karya-karya itu tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian internasional.
Ia menyoroti kondisi saat ini, di mana masyarakat umumnya lebih familier dengan repertoar klasik mancanegara. Menurutnya, Indonesia memiliki banyak karya bernilai yang layak dipromosikan lebih luas.
"Harapannya, karya komponis Indonesia terus dihadirkan agar semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda. Indonesia sebenarnya memiliki banyak karya musik klasik yang layak diperkenalkan kepada masyarakat dunia."
Dengan pendekatan festival yang edukatif dan repertoar lintas generasi, Asep mendorong agar institusi, penyelenggara, dan pelaku musik terus bekerja sama. Upaya berkelanjutan ini dinilai kunci untuk mengangkat posisi musik klasik Indonesia di panggung nasional dan internasional.
Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.
Berita Terkait
Madani Film Festival 2026 Usung Tema Rimpang, Digelar 7-11 Oktober
Madani Internasional Film Festival 2026 bertema Rimpang digelar 7-11 Oktober di Jakarta, mendorong kolaboras...
Song Kang dan Kim Sohyun Reuni di Drakor 'White Scandal'
Song Kang dan Kim Sohyun dipastikan reuni sebagai pemeran utama drama MBC 'White Scandal', adaptasi webtoon...
DKJ Imbau Warga Waspada Pembelian Tiket 'Orchestra Experience'
DKJ mengimbau warga berhati-hati membeli tiket 'Orchestra Experience' setelah laporan dan pembatalan mendada...
Olivia Pilih Isyana untuk Lagu Pancasila Beraransemen Orkestra
Produser Olivia Zallianty memilih Isyana Sarasvati menyanyikan lagu Pancasila versi orkestra untuk menjangka...
Lee Jae Wook Bintangi Dead-End Job, Tayang 30 Oktober 2026
Lee Jae Wook membintangi serial Netflix Dead-End Job, tentang pekerja paruh waktu yang menerima tawaran berb...
Serial Fast & Furious Tayang 2028, Vin Diesel Jadi Produser
Peacock setujui serial Fast & Furious tayang 2028; Vin Diesel akan menjadi produser eksekutif dan proyek ber...