KAI Layani 307,86 Juta Pelanggan, Mulai Transformasi 2030
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Group melayani 307.860.743 pelanggan selama Januari–Juli 2026 dan mengumumkan rencana transformasi besar menuju ekosistem perkeretaapian terintegrasi hingga 2030 pada 29 Agustus 2026. Program itu bertujuan memperkuat layanan penumpang, jaringan logistik, dan keberlanjutan energi.
Capaian layanan penumpang
KAI mencatat kenaikan penumpang 8,32 persen dibanding periode sama tahun lalu. KAI Commuter menjadi penyumbang utama dengan 242.932.764 pelanggan, naik 6,65 persen. Sementara itu, LRT Jabodebek melayani 19.079.347 pelanggan dengan lonjakan 20,96 persen.
- Total pelanggan KAI Group: 307.860.743 (Januari–Juli 2026)
- KAI Commuter: 242.932.764 pelanggan (+6,65%)
- LRT Jabodebek: 19.079.347 pelanggan (+20,96%)
Peran logistik dan energi
KAI juga menegaskan perannya dalam mendukung rantai pasok nasional. Volume angkutan barang mencapai 32,50 juta ton, termasuk pengiriman komoditas seperti batu bara. Data ini menunjukkan kontribusi signifikan kereta api terhadap distribusi bahan baku dan energi.
"Kereta api membantu menghubungkan pusat produksi dengan berbagai wilayah distribusi. Angkutan barang menjadi bagian penting dalam mendukung rantai pasok nasional," kata Anne Purba, Vice President Corporate Communication KAI.
Layanan digital dan efisiensi energi
Aplikasi Access by KAI kini memiliki 29,87 juta pengguna. Transaksi digital melalui aplikasi mencapai 76,49 persen dari total transaksi. Di sisi energi, konsumsi operasional turun 15,39 persen berkat instalasi 113 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya.
Transformasi 2026–2030 dan komitmen keberlanjutan
KAI merancang Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 sebagai landasan transformasi. Ambisinya membangun sistem mobilitas yang mengintegrasikan aspek manusia, pertumbuhan ekonomi, teknologi, dan kelestarian lingkungan.
"Transformasi KAI diarahkan agar manfaat kereta api semakin luas dirasakan masyarakat," ujar Anne Purba.
"Transformasi KAI mencakup pengembangan sistem mobilitas yang menghubungkan manusia, ekonomi, teknologi, dan lingkungan. KAI akan terus memperkuat layanan agar kereta api semakin menjadi bagian penting dari perjalanan Indonesia," kata Wisnu Pramudya, Executive Vice President Corporate Secretary KAI.
Ke depan, program transformasi ini akan berfokus pada integrasi moda, peningkatan kapasitas angkutan barang, digitalisasi layanan, dan pengembangan energi terbarukan. Langkah-langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi kereta api sebagai tulang punggung mobilitas dan logistik nasional.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
BEI: Perdagangan Saham Sepekan Bergerak di Zona Negatif
Perdagangan saham BEI pada 24-28 Agustus 2026 berakhir negatif; IHSG turun 0,12% dan transaksi mengalami pen...
Kemenekraf Dorong UMKM Bukittinggi Bangkit lewat Desain Kemasan
Kemenekraf latih 50 UMKM Bukittinggi soal desain kemasan lewat program Ekraf Peduli untuk percepat pemulihan...
Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun, Cek Daftar Terbaru
Harga emas UBS turun Rp75.000 per gram dan Galeri24 turun Rp46.000 per gram di Pegadaian pada 29 Agustus 202...
YLKI Dukung Penindakan Tegas Pelanggaran Beras Fortifikasi
YLKI dukung penindakan tegas terhadap pelanggar beras fortifikasi setelah Bapanas temukan ketidaksesuaian pa...
KADIN: Industri Kendaraan Listrik Kurangi Emisi dan Buka Lapangan Kerja
KADIN menyebut industri kendaraan listrik dapat kurangi emisi, pangkas subsidi BBM, dan ciptakan lapangan ke...
Harga Emas Antam Turun Tajam Jadi Rp2,67 Juta per Gram
Harga emas Antam turun Rp48.000 per gram pada 29 Agustus 2026, sehingga 1 gram dihargai Rp2.670.000; seluruh...