Ekonomi

BEI: Perdagangan Saham Sepekan Bergerak di Zona Negatif

Bagikan:
Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia turun pada pekan akhir Agustus 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada pekan 24-28 Agustus 2026 bergerak di zona negatif. Indikator aktivitas pasar menunjukkan penurunan, didorong oleh tekanan jual investor asing dan turunnya nilai serta volume transaksi. IHSG turun 0,12% menutup di 6.518,12, sedangkan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp11.431 triliun.

Pergerakan indeks dan kapitalisasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada periode 24-28 Agustus 2026 turun 0,12 persen. IHSG ditutup pada level 6.518,12, dari posisi pekan sebelumnya 6.525,69.

Kapitalisasi pasar mengalami penurunan 0,16 persen menjadi Rp11.431 triliun, dibandingkan Rp11.449 triliun pada pekan sebelumnya. Penurunan ini mencerminkan sentimen berhati-hati pelaku pasar di akhir bulan Agustus.

Aktivitas transaksi melemah

Beberapa indikator transaksi juga menunjukkan pelemahan. Rata-rata nilai transaksi harian turun 1,84 persen menjadi Rp15,29 triliun, dari Rp15,57 triliun pada pekan sebelumnya.

Volume transaksi harian mencatat penurunan paling dalam, turun 28,33 persen menjadi 36,05 miliar lembar saham dari sebelumnya 50,30 miliar. Sementara itu, rata-rata frekuensi transaksi harian turun 2,64 persen menjadi 2,15 juta kali transaksi.

Tekanan jual investor asing

Investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih pada perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026. Nilai jual bersih asing pada hari tersebut mencapai Rp482,24 miliar.

Akumulasi sepanjang 2026 memperlihatkan investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp70,36 triliun. Angka ini menunjukkan bahwa tekanan jual asing masih menjadi faktor penekan sentimen pasar domestik.

Partisipasi BEI di Invest ASEAN 2026

Selain pergerakan pasar domestik, BEI turut berpartisipasi dalam Invest ASEAN 2026 yang berlangsung bersamaan dengan Thailand Focus 2026. Kegiatan ini mempertemukan pimpinan bursa saham ASEAN melalui wadah ASEAN Exchanges.

Para pimpinan bursa menegaskan komitmen memperkuat pasar modal kawasan. Pembahasan utama meliputi upaya menarik pencatatan perusahaan berkualitas, memperluas akses investor, diversifikasi produk investasi, serta penciptaan nilai perusahaan yang lebih baik.

Implikasi dan prospek

Penurunan indikator transaksi dan tekanan jual asing memberikan sinyal kehati-hatian bagi pelaku pasar dalam jangka pendek. Di sisi lain, inisiatif regional melalui ASEAN Exchanges dapat membuka peluang peningkatan likuiditas dan konektivitas pasar.

Ke depan, fokus pada perluasan akses investor dan penarikan pencatatan berkualitas kemungkinan akan menjadi kunci untuk memperbaiki sentimen dan mendorong pemulihan aktivitas pasar modal wilayah.

Farhan Azhar
Penulis
Farhan Azhar

Koresponden internasional yang mengikuti perkembangan geopolitik dan isu global terkini.

Berita Terkait