PLN Salurkan 223.584 MWh dari PSEL Bekasi untuk 55 Ribu Rumah
PLN siap menyerap dan menyalurkan energi listrik sebesar 223.584 MWh/tahun dari fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi. Kesepakatan ini disepakati melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) pada 26 Agustus 2026, untuk mendukung pengelolaan sampah dan pasokan energi bersih bagi masyarakat Bekasi.
Rincian proyek dan kapasitas
Fasilitas PSEL Bekasi memiliki kapasitas daya listrik netto sebesar 27,4 MW. Produksi listrik dari fasilitas ini diproyeksikan dapat memasok konsumsi listrik setara 55.000 pelanggan rumah tangga.
Investasi proyek mencapai sekitar Rp3 triliun. Fasilitas dirancang mampu mengolah lebih dari 500.000 ton timbulan sampah perkotaan per tahun dan menekan kebutuhan lahan tempat pembuangan akhir hingga sekitar 90%.
Regulasi dan percepatan pengelolaan sampah
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan dukungan pada percepatan penanganan sampah dan penyederhanaan aturan. Menurutnya, sejumlah peraturan yang rumit selama ini menghambat proyek waste to energy.
"Kalau sampah saja kita tidak bisa urus, bagaimana kita mengurus yang lebih besar. Itu perintah Pak Presiden. Aturan mengenai pengelolaan sampah ini, waste to energy, ratusan lebih aturannya. Oleh karena itu, 11 tahun hanya ada dua (proyek). Satu tidak jalan, satu hidup mati-hidup mati. Hampir tidak bisa jalan karena rumit dan ruwet. Nah ini kita rapihkan. Dari sini tinggal tiga (aturan),"
Dampak lingkungan dan ekonomi
Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, menyambut baik kolaborasi lintas sektor dalam proyek ini. Ia menyoroti manfaat lingkungan, energi, dan ekonomi yang diharapkan muncul dari PSEL Bekasi.
"Peresmian Pembangunan PSEL hari ini menandai hadirnya solusi nyata untuk menjawab tantangan darurat sampah di Indonesia dan secara terkhusus di kota Bekasi. PSEL Kota Bekasi juga diharapkan dapat menciptakan nilai lingkungan, energi, dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Inisiatif ini diharapkan menghasilkan hampir 1.000 lapangan kerja hijau dan menyediakan energi bersih bagi puluhan ribu rumah tangga,"
Proyek ini diproyeksikan mampu mereduksi emisi karbon hingga sekitar 640.000 ton.
Manfaat bagi Bekasi dan komitmen PLN
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan listrik yang dihasilkan akan disalurkan kembali kepada masyarakat Bekasi. Ia menyebut sampah Kota Bekasi akan diolah di PSEL, sementara listrik yang dihasilkan dipasok kembali ke kota tersebut.
"Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini (PSEL), kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,"
Darmawan juga menekankan bahwa tujuan utama proyek adalah mendapatkan lingkungan yang bersih, sedangkan listrik adalah by-product dari proses pengelolaan sampah terpadu.
Ringkasan manfaat
- Pasokan listrik: 223.584 MWh/tahun, setara 55.000 rumah tangga.
- Kapasitas: 27,4 MW netto.
- Investasi: Rp3 triliun.
- Reduksi emisi: sekitar 640.000 ton CO2.
- Penanganan sampah: >500.000 ton/tahun dan pengurangan kebutuhan TPA hingga 90%.
- Lapangan kerja: hampir 1.000 pekerjaan hijau.
Proyek PSEL Bekasi menunjukkan model kolaborasi antara Pemerintah Pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lokal. Ke depan, keberhasilan implementasi akan menjadi tolok ukur bagi replikasi pengelolaan sampah terpadu di daerah lain.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Ekspor Industri Pengolahan Jan–Agu 2026 Tembus USD159,55 Miliar
Ekspor industri pengolahan Januari–Agustus 2026 mencapai USD159,55 miliar (Rp2.855,48 triliun), tumbuh 7,87%...
OJK Minta Perbankan Perkuat IT, Kebijakan Dividen Disesuaikan
OJK minta bank perkuat keamanan IT; dividend payout akan disesuaikan agar bank punya ruang investasi teknolo...
OJK Luncurkan Roadmap Perbankan 2026-2030, Lima Prioritas Utama
OJK meluncurkan RP3I 2026–2030 di Bali untuk memperkuat perbankan dengan lima prioritas, empat enabler, dan...
APBN 2027: Target Pertumbuhan 6% Jadi Tantangan Utama
Target 6% pada APBN 2027 jadi tantangan; investasi harus tumbuh 10-12% untuk mendorong ekonomi, kata Kepala...
Ekspor Manufaktur Agustus 2026 Tumbuh 12,48%, Topang Surplus
Manufaktur naik 12,48% pada Agustus 2026, dorong ekspor USD26,61 miliar dan neraca perdagangan surplus USD3,...
Briket Kayu Indonesia Dilirik Buyer Spanyol untuk Restoran Profesional
Calon buyer Spanyol menunjukkan minat pada briket serbuk kayu heksagonal Indonesia untuk restoran profesiona...